FIFA Restui Suporter Tandang di Super League Musim 2026 2027
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memberikan lampu hijau bagi suporter klub untuk melakukan perjalanan tandang pada Super League musim 2026/2027, Selasa (11/8/2026), dilansir dari Bola. Keputusan ini bakal mengakhiri larangan yang telah berjalan selama tiga musim pascatragedi Kanjuruhan. Direktur Utama ILeague, Ferry Paulus, mengonfirmasi pencabutan kebijakan tersebut setelah melihat penurunan signifikan terhadap potensi kerusuhan suporter dalam kurun waktu setahun terakhir.
"Iya, perjalanan panjang ya. Perjalanan panjang yang sudah terus kami deliver, terutama tahun terakhir ini, bisa dibilang beberapa persoalan-persoalan kaitannya dengan suporter away ini bisa dibilang sangat minim," ujar Ferry Paulus, Direktur Utama ILeague.
Pengelola liga mengklaim telah mengajukan permohonan resmi kepada federasi dunia berdasarkan rekam jejak kondusifitas yang mulai membaik di panggung domestik.
"Nah, dengan dasar itu, kami coba propose ke FIFA, dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan," jelas Ferry Paulus, Direktur Utama ILeague. Kendati kelonggaran telah diberikan, regulasi mengenai kehadiran pendukung tim tamu tetap diikat oleh aturan disiplin yang ketat bagi seluruh manajemen klub.
"Dengan catatan, ini mungkin yang harus teman-teman suporter, klub, bukan mensiasati, tapi mematuhi segala apa yang sudah beberapa kali kita sampaikan ke semua klub," terang Ferry Paulus, Direktur Utama ILeague. Pihak penyelenggara menekankan pentingnya menjaga kepatuhan agar skema izin kehadiran pendukung penantang tidak kembali dicabut di tengah jalan.
"Jadi klub-klub itu kita sudah sampaikan apa-apa saja barrier-barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga," paparnya Ferry Paulus, Direktur Utama ILeague. Pelaksanaan teknis di lapangan bakal bergantung penuh pada analisis kepolisian sebagai pemegang wewenang penerbitan izin keamanan pertandingan. "Iya, jadi catatan utamanya adalah bahwa semua kebijakan diserahkan kepada pemangku kepentingan, dalam arti perizinan kepolisian," ucap Ferry Paulus, Direktur Utama ILeague.
Otoritas berhak membatasi atau melarang kehadiran suporter tamu jika pemantauan intelijen mengindikasikan adanya kerawanan konflik.
"Jadi memang digarisbawahi khusus klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi ya, termasuk juga yang ada indikasi dari sisi apa namanya intelijen, ya dilarang untuk dilakukan misalnya," tuturnya Ferry Paulus, Direktur Utama ILeague. Sejumlah laga klasik yang melibatkan rivalitas sengit dipastikan tetap menerapkan larangan kehadiran suporter penantang guna mengantisipasi gesekan. "Ya, terutama misalnya seperti Arema FC melawan Persebaya, Persija sama Persib, itu tetap di-lock," terang Ferry Paulus, Direktur Utama ILeague.
Pembatasan serupa juga berpeluang diterapkan pada pertandingan lain apabila rekomendasi resmi dari pihak kepolisian menilai situasi tidak memungkinkan.
"Nah, bisa jadi ada kebijakan-kebijakan lain yang juga melarang, tetapi indikatornya, basic-nya adalah dari informasi atau keputusan dari keputusan kepolisian," imbuhnya Ferry Paulus, Direktur Utama ILeague.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow