Cesc Fabregas Reuni dengan Arsenal Sebagai Pelatih Como

Smallest Font
Largest Font

Cesc Fabregas kembali menyambangi Emirates Stadium dalam agenda laga persahabatan pramusim. Sosok yang dulu menjadi pilar penting Meriam London tersebut kini hadir dengan status baru sebagai juru taktik Como.

Pertandingan ini menjadi ajang spesial bagi Fabregas untuk bernostalgia di London. Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu enggan sorotan terhadap dirinya memecah fokus tim, sebagaimana dilansir dari Bola.

Fabregas menegaskan keberadaan para pemain muda Como jauh lebih krusial dibanding kembalinya ia ke markas sang mantan klub. Pertandingan ini menjadi kesempatan emas skuadnya merasakan atmosfer laga di hadapan 65 ribu penonton.

"Ini luar biasa. Saya pikir ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi kami. Saya adalah orang yang paling tidak penting di sini," ujar Fabregas kepada Sportitalia.

Masa-masa membela Arsenal memberikan kenangan mendalam bagi karier Fabregas. Namun, perhatian utamanya saat ini tertuju pada kesiapan mental para penggawa Como di bawah tekanan stadion besar.

"Sangat menyenangkan bisa kembali ke tempat di mana saya sangat, sangat bahagia. Tentu saja, tetapi saya lebih tertarik melihat bagaimana para pemain bermain di depan 65.000 orang dan bagaimana kami menghadapi atmosfer tersebut," lanjutnya.

Instruksi khusus juga diberikan Fabregas agar anak asuhnya tidak gentar menghadapi nama besar lawan. Ia meminta Como tetap mempertahankan karakter permainan orisinal mereka sepanjang laga.

"Saya ingin melihat kami tetap bermain seperti biasanya, dengan karakter dan menunjukkan apa yang bisa kami lakukan," kata Fabregas.

Agenda menghadapi tim raksasa seperti Arsenal dan Liverpool memang sengaja dirancang Como selama pramusim. Langkah ini diambil guna mematangkan mentalitas pilar-pilar muda dalam skuad Fabregas.

"Ini adalah tujuan kami. Kami memiliki skuad yang sangat muda, banyak pemain berusia 19 atau 20 tahun di tim ini. Jadi, hal terpenting bagi mereka di usia seperti ini adalah mendapatkan pengalaman dalam pertandingan-pertandingan seperti ini," ujar Fabregas.

Pengalaman bertanding di level tertinggi diyakini tidak hanya mengasah kemampuan teknis para pemain. Ujian ini sekaligus melatih mereka mengelola emosi, tekanan publik, serta gairah dalam pertandingan besar.

"Kami tahu kami memiliki kualitas dan teknik, tetapi semakin banyak pertandingan yang kami jalani di level seperti ini, semakin berkembang pula mereka. Ini bukan hanya soal kualitas, tetapi juga atmosfer dan gairah. Terkadang orang lupa bahwa hal-hal tersebut juga sangat penting, sama seperti sepak bola itu sendiri," tuturnya.

Arsenal menurunkan susunan pemain utama yang diisi Kepa, Julienne, Salmon, Gabriel, Hincapie, Lewis-Skelly, Eze, Nwaneri, Dowman, Jesus, serta Martinelli.

Di bangku cadangan Arsenal, terdapat nama Raya, Setford, Meslier, Mosquera, White, Odegaard, Gyokeres, Tzolis, Madueke, Vieira, Merino, Havertz, Calafiori, Guimaraes, dan Ogunnaike.

Sementara itu, Como mengandalkan Butez, Kempf, Valle, Ramon, Cuoto, Baturina, Perrone, Liberali, Da Cunha, Diao, dan Douvikas sejak menit awal.

Pemain cadangan Como menyiapkan Audero, Tornqvist, Vigorito, Da Silva, Goldaniga, Milla, Morata, Caqueret, Gabrielloni, Dossena, Lahdo, Carballo, Kuhn, Fadera, serta Chalobah.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed