Kemensos membuka cek bansos Kemensos tahap 3 2026 pakai NIK online
Memasuki penyaluran bantuan sosial tahap 3 tahun 2026, banyak masyarakat mulai mengecek bansos Kemensos agar memastikan statusnya masih tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pengecekan kini dapat dilakukan secara online memakai NIK yang ada di KTP dan koneksi internet.
Melalui layanan resmi Kementerian Sosial, penerima dapat melihat beragam informasi sekaligus. Mulai dari status kepesertaan, jenis bantuan yang diterima, kelompok desil, hingga periode pencairan.
Bantuan tahap 3 dijadwalkan bergulir mulai Juli hingga September 2026. Seluruh data penerima mengacu pada DTSEN yang diperbarui secara berkala, sehingga status KPM dapat berubah mengikuti verifikasi terbaru.
Untuk mengecek, pemerintah menyediakan dua opsi layanan yang sama-sama menggunakan NIK sesuai data kependudukan. Metode tersebut bisa dipilih sesuai kebutuhan, baik ingin mengakses melalui situs maupun memakai aplikasi.
1) Cek bansos lewat website resmi Kemensos
Bagi yang tidak ingin menginstal aplikasi, situs resmi Kemensos menjadi pilihan paling praktis. Langkah pengecekan dapat dilakukan pada halaman pencarian data dengan memasukkan NIK dan kode verifikasi.
Jika data ditemukan, sistem menampilkan informasi yang meliputi nama penerima, status kepesertaan, kelompok desil, jenis bantuan sosial, serta periode penyaluran. Warga yang hanya ingin mengecek status penerima tidak diwajibkan login.
2) Cek bansos lewat aplikasi Cek Bansos
Selain website, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi untuk memeriksa status bantuan sosial. Cara penggunaannya dimulai dari mengunduh dan menginstal aplikasi Cek Bansos melalui Play Store atau App Store.
Setelah aplikasi terbuka, pengguna memilih menu “Cek Bansos”. Berikutnya masukkan NIK sesuai KTP lalu tekan tombol “Cari Data” untuk memulai proses pencarian.
Apabila pencarian selesai dan data tersedia, aplikasi akan menampilkan status sebagai penerima bantuan, kelompok desil, jenis bantuan, serta jadwal penyaluran. Metode ini menjadi alternatif bagi warga yang ingin mengecek secara berkala langsung melalui perangkat seluler.
Program bansos tahap 3 yang disalurkan
Pada periode Agustus hingga September 2026, pemerintah tetap menyalurkan beberapa program bantuan sosial kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan berdasarkan DTSEN. Penetapan penerima mengacu pada data kependudukan yang terintegrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Dikutip dari Id, daftar bantuan yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan pangan beras, serta penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN). Karena basis data terus diperbarui, hasil pengecekan tiap orang dapat berbeda.
Besaran bantuan yang bisa berbeda tiap program
Nominal bantuan yang diterima penerima manfaat bergantung pada jenis program yang diikuti. Artinya, tidak semua KPM memperoleh jenis bantuan maupun nominal yang sama.
Adapun besaran yang disebutkan dalam sumber adalah BPNT sebesar Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 setiap tahap penyaluran. Untuk bantuan pangan beras, ketentuannya berupa 20 kilogram beras atau mengikuti kebijakan pemerintah yang berlaku.
Untuk PKH, besaran bantuan disesuaikan dengan kategori penerima seperti ibu hamil, balita, pelajar, lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Sementara PBI-JKN mencantumkan iuran sebesar Rp42.000 per orang setiap bulan yang dibayarkan langsung kepada BPJS Kesehatan.
Dengan menggunakan layanan resmi cekbansos.kemensos.go.id maupun aplikasi Cek Bansos, masyarakat dapat melakukan pengecekan kapan saja tanpa harus datang ke kantor pemerintah. Lewat layanan tersebut, warga memperoleh informasi terbaru terkait PKH, BPNT, bantuan pangan beras, serta PBI-JKN sesuai data yang tercatat dalam sistem Kemensos.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow