Membuat Pola Overall Dress Sendiri dari Nol dengan Hasil Presisi

Smallest Font
Largest Font

Membuat pola overall dress sendiri di rumah ternyata tidak sesulit yang dibayangkan oleh sebagian besar orang.

Saya sering mendengar keluhan bahwa membuat baju terusan seperti ini rumit karena harus menyatukan bagian dada dan bawahan secara proporsional. Namun, jika Anda memahami dasar-dasarnya, proses ini bisa menjadi proyek jahit yang sangat menyenangkan.

Artikel ini akan membahas langkah demi langkah secara mendalam agar Anda bisa menghasilkan pakaian yang pas di badan.

Sebelum kita mulai mencorat-coret kertas semen atau kertas pola, kita harus memahami dulu anatomi dari pakaian yang akan dibuat. Overall, atau yang sering kita sebut dengan istilah cara membuat baju kodok, merupakan atribut fashion wanita berpenampilan kasual yang identik dengan terusan panjang.

Pakaian ini bisa berupa celana atau rok yang dilengkapi dengan kantung atau apron di dada dan punggung. Bagian atas dan bawah ini kemudian disatukan dengan dua tali yang melewati pundak.

Ketika pakaian ini dimodifikasi dengan bawahan berupa rok, namanya berubah menjadi overall skirt. Karakteristik overall skirt ini sangat menarik karena garis desain rok dan shoulder belt atau tali bahu mampu memberikan kesan feminin sekaligus dewasa bagi pemakainya.

Saya menyukai fleksibilitas dari pakaian ini karena bisa dipadukan dengan berbagai macam dalaman, mulai dari kaus polos hingga kemeja lengan panjang.

Langkah Awal Mengukur Badan dengan Benar

Kunci utama dari keberhasilan pembuatan pola baju untuk pemula terletak pada akurasi ukuran badan. Jangan pernah menebak-nebak ukuran jika tidak ingin pakaian Anda berakhir terlalu sempit atau justru kedodoran.

Ada beberapa bagian tubuh krusial yang wajib diukur secara pas sebelum Anda menerapkan cara mengukur badan untuk membuat pola baju.

  • Lingkar Dada: Diukur sekeliling badan melalui puncak dada yang terbesar, ditambah 4 cm untuk kelonggaran standar.
  • Lingkar Pinggang: Diukur pas pada bagian pinggang yang paling ramping, kemudian ditambah 2 cm.
  • Lingkar Panggul: Diukur melingkari bagian pantat yang paling menonjol, ditambah 4 cm agar nyaman saat duduk.
  • Panjang Rok: Diukur dari garis pinggang ke bawah sampai sepanjang rok yang Anda inginkan.
  • Lebar Dada Atas: Diukur dari batas ketiak kiri hingga ketiak kanan untuk menentukan lebar apron dada.

Pastikan posisi berdiri orang yang diukur dalam keadaan tegak namun santai. Pengukuran yang terburu-buru sering kali menjadi penyebab utama pola baju dasar menjadi tidak simetris saat dipotong.

Menentukan Model Rok untuk Overall Skirt

Bagian bawah dari overall dress memegang peranan penting dalam menentukan siluet akhir tubuh Anda. Berdasarkan struktur desainnya, ada dua variasi model rok untuk overall skirt yang paling umum digunakan dalam dunia jahit-menjahit.

Pilihan pertama adalah rok pola dasar. Jenis ini diciptakan tanpa lipit atau kerut sama sekali, sehingga tampilannya cenderung bersih dan minimalis. Biasanya, rok jenis ini dilengkapi dengan ritsleting di tengah muka atau tengah belakang untuk memudahkan akses keluar masuk tubuh.

Pilihan kedua yang tidak kalah populer adalah rok span. Karakteristik utama dari rok span ini terletak pada potongan sisinya yang memberikan kesan ramping.

Untuk ukuran potongan sisi bawah rok span, sisi bawah dimasukkan sekitar 2 sampai 5 cm ke dalam sehingga terlihat mengecil ke bawah. Model ini sangat cocok untuk Anda yang ingin menonjolkan lekuk tubuh secara elegan.

Perbandingan Karakteristik Model Bawahan Overall Skirt
Jenis Model RokFitur Utama PotonganKebutuhan Aksesori
Rok Pola DasarTanpa lipit atau kerutRitsleting tengah
Rok SpanSisi bawah masuk 2-5 cmRitsleting dan belahan bantuan
Rok Klok (A-Line)Melebar ke bawahRitsleting samping atau belakang

Cara Menggambar Pola Dasar dari Nol

Bagi yang sedang belajar membuat pola baju sendiri dari nol, saya sarankan untuk membagi proses menggambar pola menjadi dua tahap utama, yaitu pola apron atas dan pola rok bawah.

Pertama, siapkan kertas pola besar, pensil, penghapus, dan penggaris khusus jahit yang berbentuk melengkung.

Untuk membuat bagian apron dada, buatlah kotak dengan lebar sesuai setengah dari ukuran lebar dada atas yang sudah Anda ukur tadi. Tingginya bisa disesuaikan, umumnya berkisar antara 20 hingga 25 cm dari garis pinggang ke atas.

Jangan lupa untuk memberikan sisa ruang pada bagian tepi sekitar 2 cm untuk kampuh jahitan nanti.

Selanjutnya, gambar pola rok pada bagian bawah kotak tersebut. Jika Anda memilih model rok span, tandai titik panggul lalu tarik garis lurus ke bawah.

Dari titik bawah tersebut, masukkan ukuran potongan sisi bawah rok span sebesar 2 sampai 5 cm ke arah dalam, lalu hubungkan kembali ke titik panggul menggunakan penggaris lengkung.

Pola baju overall paling mudah untuk pemula | PENJAHIT KAMPUNG

Solusi Praktis Menggunakan Aplikasi Digital

Jika Anda merasa kesulitan menggambar pola secara manual di atas kertas, perkembangan teknologi saat ini sudah memberikan solusi alternatif yang sangat membantu.

Anda bisa memanfaatkan aplikasi jahit digital untuk memotong kompas waktu belajar.

Salah satu platform yang bisa dicoba adalah aplikasi "Pola Baju" di Google Play. Aplikasi ini sangat membantu bagi para penjahit rumahan karena memiliki beberapa kelebihan teknis yang cukup krusial.

Aplikasi "Pola Baju" di Google Play memiliki kelebihan mudah digunakan, ringan, mendukung hampir di semua perangkat Android, dan hemat memori. Dengan bantuan visual dari aplikasi tersebut, Anda bisa melihat referensi cetak pola dasar tanpa harus kebingungan menghitung rumus matematika yang rumit.

Metode Alternatif Menjiplak Pakaian Lama

Ada kalanya rasa malas melanda atau rumus jahit terasa terlalu memusingkan kepala. Jika Anda menghadapi kendala ini, ada trik instan yang sering digunakan oleh para penjahit otodidak, yaitu cara menjiplak baju untuk membuat pola.

Cari rok atau terusan lama di lemari pakaian Anda yang ukurannya masih terasa pas dan nyaman di badan.

Balik pakaian tersebut, lalu lipat menjadi dua bagian secara simetris. Letakkan pakaian di atas kertas pola, kemudian sematkan jarum pentul agar posisinya tidak bergeser.

Gunakan kapur jahit atau pensil untuk mengikuti setiap lekukan garis jahitan pakaian lama tersebut.

Ingat, saat menerapkan metode menjiplak ini, Anda wajib melebihkan jarak sekitar 1,5 hingga 2 cm di luar garis jiplakan sebagai ruang kampuh. Tanpa adanya kampuh, ukuran overall dress yang Anda jahit dipastikan akan menyusut satu ukuran lebih kecil dari pakaian aslinya.

Tips Membuat Pola Baju Dasar yang Benar

Membuat pola yang presisi membutuhkan kedisiplinan tinggi pada detail-detail kecil yang sering kali diabaikan oleh pemula. Berikut adalah beberapa tips membuat pola baju dasar yang benar agar hasil akhir pakaian Anda tidak melintir saat dipakai.

Selalu perhatikan arah serat kain saat Anda meletakkan pola di atas bahan tekstil. Pola harus diletakkan sejajar dengan arah serat panjang kain (grainline) agar jatuhnya pakaian terlihat rapi dan tidak kaku.

Tanda-tanda pola seperti garis pinggang, garis panggul, dan posisi lipit kupnat harus ditandai dengan jelas pada kertas pola menggunakan warna pensil yang berbeda.

Saya biasanya menggunakan pensil merah untuk menandai pola bagian depan dan pensil biru untuk pola bagian belakang tubuh.

Perbedaan warna yang kontras ini sangat efektif untuk mencegah kekeliruan fatal saat proses pemotongan kain berlangsung nanti.

Kekurangan Metode Pembuatan Pola Mandiri

Meskipun membuat pola sendiri memberikan kepuasan batin yang tinggi, saya harus jujur bahwa metode ini memiliki beberapa kekurangan yang cukup menguji kesabaran.

Bagi pemulanya, risiko kegagalan pada percobaan pertama tergolong cukup besar karena bentuk tubuh manusia memiliki lekukan yang asimetris.

Proses pengerjaan manual ini juga memakan waktu yang sangat lama, mulai dari proses mengukur, menggambar, hingga melakukan uji coba fiting pada kain belacu.

Jika Anda salah menghitung meleset satu sentimeter saja pada bagian lingkar panggul, efek domino bentuk rok bisa berubah menjadi tidak proporsional.

Oleh karena itu, jangan langsung menggunakan kain mahal seperti linen berkualitas tinggi atau denim tebal pada proyek pertama Anda.

Gunakan kain tiruan yang murah terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pola buatan Anda benar-benar sudah pas dan nyaman saat digunakan untuk bergerak.

Langkah Akhir Sebelum Proses Pemotongan Bahan

Sebelum gunting jahit Anda menyentuh permukaan kain, lakukan pemeriksaan akhir (cross-check) pada seluruh komponen pola yang sudah selesai dibuat.

Ukurlah kembali panjang tali bahu, lebar apron dada, serta pastikan ukuran potongan sisi bawah rok span sudah simetris antara lembaran kain bagian kiri dan kanan.

Pastikan semua komponen penting seperti saku samping, lapisan dalam (furing), dan tali pengikat sudah masuk ke dalam daftar potong Anda.

Letakkan beban penahan atau jarum pentul dalam jumlah yang cukup di atas kertas pola agar kertas tidak bergeser tertiup angin saat dipotong.

Guntinglah kain dengan gerakan yang tenang dan tegas mengikuti garis luar kampuh jahit yang sudah Anda tandai sebelumnya.

Pemotongan kain yang rapi dan mengikuti jalur pola yang benar akan mempermudah seluruh proses menjahit ke tahap selanjutnya.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed