BPBD Gorontalo Ingatkan Ancaman Kebakaran dan Krisis Air Musim Kemarau

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Ancaman kemarau panjang mulai berdampak nyata pada ketersediaan air bersih dan stabilitas lingkungan di Kota Gorontalo. debit sumber air terus mengalami penyusutan signifikan, sementara risiko timbulnya kebakaran lahan serta permukiman kian meningkat. Kondisi tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, sewaktu menggelar sosialisasi bersama warga Kelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, seperti dilansir dari Ulanda. Pihak BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat sebagai benteng utama dalam meminimalisasi potensi bencana selama musim kering berlangsung.

"Kami ingin masyarakat lebih siap menghadapi situasi ini. Kemarau yang sudah berlangsung hampir dua bulan diperkirakan masih akan berlanjut, sehingga kewaspadaan tidak boleh kendur," kata Hendry.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino turut memperkuat kondisi kemarau tahun ini. Puncak kekeringan diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September, bahkan berpotensi berlanjut sampai awal tahun depan. Penurunan debit air baku kini mulai memengaruhi pasokan utama yang bersumber dari Sungai Bone dan Sungai Bolango. Menanggapi penurunan ketersediaan air bersih tersebut, warga diimbau segera mengubah kebiasaan penggunaan air dalam skala rumah tangga.

"Gunakan air seperlunya. Jangan menunggu pasokan benar-benar berkurang baru mulai berhemat," ujarnya. Selain menyarankan warga untuk menyiapkan wadah penampungan seperti drum atau tong sebagai cadangan air, BPBD meminta warga aktif memantau jaringan pipa. Setiap temuan kebocoran pada fasilitas umum maupun permukiman diharapkan segera dilaporkan agar tidak ada air terbuang.

"Kebocoran sekecil apa pun harus segera dilaporkan. Saat debit air terus menurun, setiap tetes air sangat berarti," katanya.

Waspadai Potensi Kebakaran Rumah dan Lahan

Di samping ancaman krisis air, cuaca terik yang berlangsung lama turut menaikkan potensi kebakaran. Warga diimbau lebih teliti memeriksa kompor, tabung gas, dan alat elektronik sebelum bepergian.

"Meskipun hanya keluar sebentar, pastikan semua peralatan dalam kondisi aman. Banyak kebakaran justru bermula dari kelalaian kecil yang sebenarnya bisa dicegah," ujar Hendry. Masyarakat juga dilarang keras membakar sampah secara sembarangan.

Catatan penanganan BPBD menunjukkan bahwa kebakaran lahan belakangan ini kerap dipicu oleh pembakaran sampah yang merembet akibat tiupan angin kencang. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain dengan benda pemicu api. Pemeriksaan instalasi listrik tua secara berkala oleh tenaga ahli juga disarankan guna mencegah risiko korsleting.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed