Borneo FC Siap Hadapi Jadwal Padat di ASEAN Club Championship 2026/27
Persib Bandung dan Borneo FC ditunjuk menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27. Turnamen regional ini mempertemukan 14 klub sepak bola terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Seluruh peserta merupakan juara serta runner-up dari kompetisi domestik negara anggota AFF. Seperti dilansir dari Bola, turnamen ini membagi 14 kontestan ke dalam dua grup yang masing-masing dihuni oleh tujuh tim.
Hasil undian menempatkan Borneo FC di Grup A. Klub berjuluk Pesut Etam tersebut akan bersaing dengan Buriram United (Thailand), Ratchaburi FC (Thailand), Kuching City FC (Malaysia), Tampines Rovers FC (Singapura), juara Piala domestik Vietnam, dan pemenang dari babak playoff 1.
Pihak penyelenggara hingga kini belum mengeluarkan jadwal resmi pertandingan untuk turnamen yang menggunakan sistem kompetisi penuh tersebut. Jika berkaca pada edisi sebelumnya, fase krusial kompetisi ini umumnya bergulir mulai pertengahan tahun 2026 hingga pertengahan tahun berikutnya.
Bagi Borneo FC, keikutsertaan ini menjadi pengalaman kedua setelah mereka sempat berpartisipasi pada musim 2023/2024 yang lalu.
"Kita kali kedua ikut turnamen ini. Tentu banyak hal yang bisa kita lihat dari perjalanan yang lalu dan menghadapi Shopee Cup yang akan datang," kata Dandri Dauri, Manajer Tim Borneo FC.
Dandri Dauri menilai hasil undian menempatkan timnya di grup yang tidak mudah. Meski demikian, manajemen menegaskan kesiapan seluruh skuad Pesut Etam untuk bersaing dengan enam tim lain di Grup A.
"Saya melihat semua lawan berat. Musim depan kita akan punya empat agenda. Jadi Borneo FC juga harus punya kesiapan lagi yang lebih baik dalam setiap turnamen atau kompetisi yang akan dihadapi," jelasnya.
Banyaknya agenda yang harus dijalani membuat Borneo FC dipastikan menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat musim depan.
"Kita harus mengambil pengalaman di Shopee Cup. Tapi ada baiknya kalau jadwal pertandingan Super League dan Shopee Cup segera diumumkan. Jadi kita bisa menyesuaikan, karena jadwal itu patokan kita untuk mempersiapkan tim," ucapnya.
Antisipasi Penumpukan Jadwal Pertandingan
Manajemen Pesut Etam juga menyoroti potensi benturan jadwal seiring rencana kick-off BRI Super League 2026/2027 yang akan dimulai pada bulan September mendatang.
"Saya prediksi bisa saja nanti bertabrakan. Nah, disini peran PSSI atau PT Liga nanti berkolaborasi mengatur jadwal Super League jangan sampai nanti tidak sinkron lagi," sebutnya.
Masalah sinkronisasi jadwal ini menjadi perhatian serius berkaca pada pengalaman musim lalu, di mana Borneo FC sempat mengalami benturan jadwal pertandingan.
"Musim kemarin kita yang diminta mengubah jadwal. Jangan sampai nanti Borneo FC mengalami lagi. Supaya jadwal itu betul-betul tidak merugikan siapa pun. Saya tidak mau nanti ada isu-isu di belakang, ada kata anak emas atau Borneo FC diuntungkan," tuturnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow