Barcelona Incar Cristian Romero dan Aymeric Laporte untuk Perkuat Lini Belakang

Smallest Font
Largest Font

Barcelona membidik dua bek kelas Piala Dunia untuk memperkuat jantung pertahanan mereka musim depan. Cristian Romero dan Aymeric Laporte masuk dalam daftar utama rencana transfer klub Catalan tersebut, seperti dikutip dari Bola. Langkah ini diambil untuk mendampingi Pau Cubarsí yang tampil impresif bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol.

Kehadiran bek berpengalaman baru diharapkan mampu memberikan keseimbangan, kepemimpinan, dan mentor di lini belakang. Meski begitu, manajemen Barcelona dihadapkan pada tantangan besar. Situasi kontrak, harga pasar pemain, serta dinamika hubungan antar-klub menuntut strategi negosiasi yang cermat.

Direktur olahraga Deco menempatkan Cristian Romero sebagai target defensif utama Barcelona pada musim panas ini. Bahkan, manajemen Blaugrana mengesampingkan minat mereka terhadap bek Inter Milan, Alessandro Bastoni.

"Barcelona telah mengidentifikasi Cristian Romero sebagai target defensif utama mereka musim panas ini," demikian laporan Goal.com pada 22 Mei 2026. Bek internasional Argentina berusia 28 tahun itu dilaporkan sudah memberi persetujuan awal untuk pindah dari Tottenham Hotspur. Romero memiliki keinginan kuat untuk bermain di La Liga dan berniat meninggalkan Tottenham setelah Piala Dunia FIFA 2026.

Kontrak Romero bersama Spurs sebenarnya masih berlaku hingga Juni 2029. Namun, hubungannya dengan pihak klub dikabarkan sedang tegang saat ini. Tottenham Hotspur mematok harga minimal sebesar €60 juta untuk sang pemain. Barcelona berharap dorongan kuat dari Romero bisa membantu menekan biaya transfer menjadi sekitar €30 juta dengan skema peminjaman awal disertai opsi pembelian.

Kendati demikian, kepindahan Romero bukan menjadi agenda pertama klub saat ini. Barcelona masih berfokus mendatangkan Julian Alvarez sebagai pengganti Robert Lewandowski di lini serang.

Opsi Alternatif pada Aymeric Laporte

Aymeric Laporte menjadi opsi lain yang kini ditawarkan kepada manajemen Barcelona. Bek berusia 32 tahun tersebut sangat dihargai oleh pelatih Hansi Flick berkat performa luar biasanya bersama Spanyol di Piala Dunia 2026.

"Manajer Barcelona menghargai kepemimpinan Laporte, ketenangan, distribusi kaki kiri, dan kemitraan yang terbukti dengan Pau Cubarsí untuk Spanyol," demikian laporan Barca Media pada 15 Juli 2026. Duet Laporte dan Cubarsí menunjukkan pemahaman yang solid karena hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Sinergi ini menjadi referensi penting bagi tim pelatih dalam memetakan kebutuhan bek berpengalaman di Camp Nou.

Namun, jalur negosiasi untuk Laporte tidak mudah karena ia terikat kontrak hingga 2028 bersama Athletic Club. Hubungan tegang antara Athletic dan Barcelona imbas saga transfer Nico Williams juga diperkirakan mempersulit perundingan.

Pau Cubarsí Jadi Fondasi Pertahanan

Di tengah perburuan bek senior, Barcelona sudah memiliki Pau Cubarsí sebagai pilar masa depan. Bek tengah jebolan La Masia yang baru berusia 19 tahun ini dinilai memiliki kedewasaan bermain yang melampaui usianya.

Pada semifinal Piala Dunia 2026, Cubarsí berhasil meredam pergerakan penyerang Prancis, Kylian Mbappe. Kemampuan membangun serangannya juga menonjol dengan akurasi operan mencapai 96,2 persen selama turnamen.

Barcelona telah mengikat Cubarsí dengan kontrak baru hingga 2029 dan klausul rilis sebesar €500 juta. Setelah membantu Spanyol mencatat enam clean sheet dari tujuh pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026, ia diposisikan sebagai calon bek tengah terbaik di dunia.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed