Arthur Fery Bikin Kejutan Cetak Sejarah Lolos Semifinal Wimbledon 2026

Smallest Font
Largest Font

Petenis Inggris penerima wild card Arthur Fery menjadi kejutan terbesar dalam turnamen Wimbledon 2026. Ia sukses melangkah ke babak semifinal setelah menumbangkan unggulan ke-10 dunia, Flavio Cobolli, di Centre Court.

Seperti dilansir dari Bola, keberhasilan ini membuat Fery mencatat sejarah baru. Ia menjadi petenis tunggal putra Inggris keempat yang mampu mencapai babak semifinal Wimbledon.

Pada usia 23 tahun, ia juga mengukir rekor tersendiri. Fery menjadi satu-satunya petenis putra Inggris penerima wild card yang pernah menembus perempat final Grand Slam pada era Open.

Di balik performa apiknya, Fery lahir dari keluarga dengan latar belakang olahraga dan bisnis yang kuat. Ayahnya, Loic Fery, merupakan miliuner asal Prancis yang dikenal sebagai pemilik sekaligus presiden klub Ligue 1, FC Lorient.

Arthur Fery lahir di Sevres, wilayah pinggiran Paris, Prancis. Ibunya yang bernama Olivia merupakan mantan petenis profesional yang pernah mengajaknya bermain di lapangan Wimbledon semasa kecil.

Sementara itu, sang ayah merupakan pengusaha sekaligus eksekutif olahraga yang sukses di industri keuangan global. Pada 2007, Loic mendirikan Chenavari Investment Managers yang bergerak di sektor pasar kredit, private credit, dan pembiayaan terstruktur.

Loic mulai memimpin FC Lorient sejak 2009. Meski kepemilikan klub telah dijual kepada Black Knight Football pada awal tahun ini, pria berusia 52 tahun tersebut tetap dipercaya menjabat sebagai presiden klub.

Kekayaan Loic diperkirakan mencapai sekitar 275 juta poundsterling atau setara Rp6,6 triliun. Di sisi lain, Arthur juga mulai menikmati hasil kerja kerasnya setelah dipastikan mengantongi hadiah sebesar 480 ribu poundsterling atau sekitar Rp11,6 miliar usai menembus perempat final.

Walaupun tumbuh di tengah keluarga kaya raya, Arthur Fery dilaporkan tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus selama meniti karier di dunia tenis.

Mantan pelatih Fery yang membimbingnya sejak usia 10 hingga 18 tahun, Craig Veal, menyebut anak didiknya menjalani proses pembinaan sama seperti pemain muda lainnya.

"Dia tidak pernah mendapatkan perlakuan berbeda dari anak-anak lain. Dia tidak pernah mendapat keistimewaan apa pun. Dia menginap di hotel yang sama seperti pemain lain dan menjalani semuanya dengan cara yang sama," ujar Veal.

Veal juga mengungkapkan bahwa orang tua Fery justru sengaja membatasi berbagai fasilitas mewah yang sebenarnya bisa dinikmati oleh putra mereka.

"Kalau pun ada perbedaan, justru orang tuanya lebih menahan diri dibanding keluarga pemain lain. Dia lebih jarang mengikuti turnamen internasional dibandingkan teman-teman seusianya saat berusia 11, 12, atau 13 tahun. Dia selalu memakai ponsel bekas. Tidak ada yang bisa menebak latar belakang keluarganya hanya dengan berbicara dengannya," tambah Veal.

Pada babak semifinal Wimbledon nanti, Fery dijadwalkan menghadapi petenis peringkat ketiga dunia asal Jerman, Alexander Zverev. Performa impresif ini sekaligus memastikan petenis berusia 23 tahun itu menembus jajaran 40 besar dunia untuk pertama kali dalam kariernya.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed