Sir Alex Ferguson Absen di LMA Awards demi Pemulihan Kesehatan

Smallest Font
Largest Font

Kondisi kesehatan legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson, dilaporkan semakin menunjukkan tren positif setelah sempat mengalami gangguan medis beberapa waktu lalu. Dikutip dari Bola, sosok ikonik tersebut kini tengah fokus menjalani masa pemulihan agar kondisinya kembali bugar.

Meski berangsur membaik, Ferguson dinilai belum cukup fit untuk menghadiri malam penghargaan League Managers' Association (LMA) Awards yang digelar pada Selasa waktu setempat. Ketidakhadirannya menjadi pusat perhatian karena ia merupakan figur sentral, bahkan namanya diabadikan sebagai Sir Alex Ferguson Trophy untuk gelar Manager of the Year.

Mantan manajer asal Skotlandia itu sebelumnya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit sebagai langkah pencegahan. Langkah medis tersebut diambil setelah pria berusia 84 tahun itu merasa kurang sehat menjelang laga Premier League antara Manchester United melawan Liverpool di Old Trafford pada 3 Mei lalu.

Perkembangan kesehatan Ferguson yang terus membaik setelah empat pekan berlalu dikonfirmasi langsung oleh Chief Executive LMA, Richard Bevan. Walau tidak bisa datang ke lokasi acara, Ferguson tetap menunjukkan perhatian besar terhadap ajang penghargaan tersebut.

Ferguson mengirimkan sebuah surat khusus yang ditujukan kepada Frank Lampard selaku pemenang Manager of the Year musim ini. Surat tersebut dibawa dan dibacakan oleh pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang hadir mewakili sang legenda di atas panggung.

Tuchel mengakui bahwa ketidakhadiran Ferguson memberikan atmosfer yang sangat berbeda pada malam penghargaan tersebut.

"Tentu saja rasanya tidak sama tanpa Sir Alex sendiri, dan kami mendoakan yang terbaik serta pemulihan yang cepat agar mudah-mudahan tahun depan beliau bisa kembali bersama kita di atas panggung ini," ujar Tuchel.

Dalam surat yang dibacakan di depan para hadirin, Ferguson memberikan apresiasi tinggi kepada Lampard yang sukses membawa Coventry City menjuarai Championship dan promosi ke kasta tertinggi.

"Selamat atas terpilihnya Anda sebagai LMA Manager of the Year. Anda harus sangat bangga atas apa yang telah Anda dan tim capai," tulis Ferguson.

Ferguson juga menambahkan pengamatannya terhadap gaya kepemimpinan mantan gelandang Chelsea tersebut selama menukari timnya musim ini.

"Kepribadian Anda sebagai manajer dan pemimpin sangat terlihat dari cara tim bermain musim ini, penuh percaya diri dan keyakinan. Saya menikmati menyaksikannya."

Lebih lanjut, pria peraih banyak gelar bersama Setan Merah itu memuji sikap Lampard sebagai pelatih muda yang memiliki kemauan keras untuk terus belajar.

"Saya tahu dari pembicaraan dengan Anda bahwa Anda memiliki kerendahan hati dan rasa ingin belajar yang besar. Saya yakin penghargaan ini sangat berarti bagi Anda dan saya mendoakan yang terbaik untuk Anda di Premier League musim depan," lanjut isi surat tersebut.

Perhatian terhadap kondisi kesehatan Ferguson juga datang dari juru taktik Manchester City, Pep Guardiola. Guardiola mengaku sangat tersentuh setelah menerima pesan pribadi dari Ferguson menjelang pertandingan terakhir Premier League musim ini.

"Salah satu pujian terbesar yang saya dapatkan adalah menerima pesan dari Sir Alex Ferguson kemarin. Itu membuat saya sangat bahagia," kata Guardiola.

Manajer asal Spanyol tersebut kemudian berkelakar ketika awak media menanyakan detail isi pesan dari sang legenda.

"Logat Skotlandia, saya tidak terlalu memahaminya! Saya akan meneleponnya kembali," ujar Guardiola sambil tertawa.

Sikap saling menghormati antara kedua manajer besar ini memang sudah mengakar sejak lama. Ferguson bahkan pernah melontarkan pujian bahwa skuad Barcelona era Guardiola adalah lawan tertangguh yang pernah ia hadapi sepanjang karier kepelatihannya.

Pernyataan itu dikeluarkan Ferguson setelah Manchester United menelan kekalahan 1-3 dari Barcelona pada partai final Liga Champions tahun 2011 silam.

"Dalam masa saya sebagai manajer, ini adalah tim terbaik yang pernah kami hadapi," ujar Ferguson saat itu.

Pada malam penghargaan LMA Awards tersebut, gelar Premier League Manager of the Year resmi jatuh kepada bos Arsenal, Mikel Arteta.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed