Akurasi Data Redmi Watch 5 Active dan Xiaomi Watch 5 Bikin Kaget

Smallest Font
Largest Font

Ekspektasi saya runtuh saat melihat bagaimana cara merek besar menguji daya tahan baterai perangkat wearable mereka. Banyak orang mengira daya tahan belasan hari pada Xiaomi jam diperoleh lewat penggunaan aktif yang berat tanpa kompromi. Kenyataannya, Anda harus mengorbankan hampir seluruh fitur pintar agar perangkat tersebut tidak cepat mati.

Saya melihat ada jarak yang cukup lebar antara klaim promosi dengan realitas penggunaan sehari-hari para konsumen. Melalui artikel ini, saya akan membedah secara kritis dua produk wearable dari ekosistem ini. Fokus utama kita adalah menguliti spesifikasi konkret dari Xiaomi Watch 5 dan Redmi Watch 5 Active.

Brosur penjualan selalu memajang angka daya tahan baterai yang menggiurkan untuk memikat calon pembeli. Redmi Watch 5 Active contohnya, jam ini dengan bangga membawa klaim daya tahan baterai hingga 18 hari untuk penggunaan tipikal.

Baterai berkapasitas 470 mAh miliknya memang tergolong besar untuk ukuran jam tangan pintar kelas entry. Namun, mari kita bedah bagaimana angka 18 hari tersebut bisa didapatkan berdasarkan pengujian internal mereka. Berdasarkan data resmi dari website [www.mi.com](https://www.mi.com), angka tersebut didapatkan dengan pengaturan pabrik yang sangat ketat dan kaku. Anda harus mematikan fitur pelacakan tidur presisi tinggi, pelacakan napas, pemantauan stres, hingga pelacakan oksigen darah.

Artinya, Anda mengosongkan fungsi utama dari sebuah jam kesehatan demi mengejar ketahanan baterai. Pengujian tersebut juga membatasi deteksi detak jantung hanya setiap 10 menit sekali, bukan secara real-time.

Simulasi Penggunaan yang Terlalu Dibatasi

Tidak hanya mematikan sensor, simulasi harian untuk mencapai 18 hari tersebut juga terasa kurang realistis bagi pengguna aktif. Pabrikan membatasi layar menyala hanya 200 kali per hari dengan dial statis yang membosankan.

Sinkronisasi data ke aplikasi di smartphone hanya boleh dilakukan 1 kali saja dalam sehari. Untuk fitur komunikasi, panggilan Bluetooth dibatasi maksimal 15 menit per minggu, dan perekaman olahraga hanya 90 menit per minggu.

Jika Anda memakai jam ini secara normal dengan mengaktifkan semua sensor kesehatan, dayanya pasti drop lebih cepat. Jadi, jangan heran jika realitas yang Anda rasakan nanti tidak seindah angka di brosur penjualan.

Matikan semua sensor kesehatan dan batasi interaksi layar, maka Anda baru bisa mendapatkan ketahanan baterai maksimal pada jam pintar versi ekonomis ini.

Spesifikasi Layar dan Desain Fisik Redmi Watch 5 Active

Beralih ke sektor tampilan fisik, jam tangan pintar ini mencoba tampil berani dengan ukuran yang masif. Desainnya mengandalkan bentuk kotak yang kini menjadi tren di kalangan pecinta gadget kasual. Layar Redmi Watch 5 Active menggunakan panel LCD berukuran 2 inci yang mendominasi bagian depan perangkat.

Rasio screen-to-body jam ini sudah melewati angka 70 persen, membuat bingkai hitam di sekelilingnya terlihat cukup tipis. Penggunaan panel LCD tentu menjadi catatan kritis tersendiri bagi saya di tengah gempuran tren AMOLED. Layar LCD memiliki keterbatasan dalam menghasilkan warna hitam yang pekat dan sudut pandang yang luas di bawah terik matahari.

Meskipun ukurannya luas, ketajaman dan efisiensi dayanya tentu tidak bisa disetarakan dengan lini premium. Ini adalah kompromi yang harus diterima demi menekan harga jual agar tetap ramah di kantong.

Melompat ke Kelas Atas Melalui Xiaomi Watch 5

Jika Redmi menyasar pasar anggaran ketat, maka lini utama mereka bergerak ke arah yang jauh lebih serius. Xiaomi Watch 5 hadir dengan pendekatan desain dan material yang sepenuhnya berbeda.

Perangkat ini menggunakan bentuk lingkaran klasik dengan ukuran tubuh logam sebesar 47 mm yang kokoh. Material yang dipilih bukan lagi plastik, melainkan logam tahan karat yang memberikan kesan premium saat melingkar di pergelangan tangan.

Urusan visual menjadi kekuatan utama berkat panel yang jauh lebih mewah daripada saudaranya. Jam ini dipersenjatai dengan skrin 1.54 inci AMOLED yang mendukung refresh rate 60Hz untuk pergerakan menu yang mulus.

Ketahanan Baterai Masif Berkat Kapasitas Jumbo

Ukuran bodi yang besar memberikan ruang bagi pabrikan untuk menanamkan daya yang lebih bertenaga. Xiaomi Watch 5 dilengkapi dengan kapasitas bateri sebesar 930 mAh, hampir dua kali lipat dari versi Redmi.

Menurut laporan dari amanz.my, baterai jumbo ini mampu bertahan hingga 18 hari dalam sekali pengisian daya. Namun, angka tersebut akan menyusut drastis menjadi 7 hari jika Anda mengaktifkan fitur Always On Display (AOD) beserta mode penghematan baterai.

Penurunan daya yang signifikan saat AOD aktif menunjukkan bahwa panel AMOLED 60Hz tetap mengonsumsi energi yang besar. Pengguna harus pintar memilih antara estetika layar yang selalu menyala atau durasi pakai yang panjang.

Fitur Durabilitas dan Varian Konektivitas

Sebagai jam kelas atas, ketahanan fisik terhadap lingkungan luar menjadi parameter yang wajib dipenuhi. Perangkat ini sudah melepasi piawaian sertifikasi kalis air hingga tekanan 5 ATM. Artinya, jam tangan pintar ini aman digunakan untuk berenang di kolam air tawar atau kehujanan tanpa takut komponen dalamnya rusak.

Fleksibilitas ini membuatnya cocok untuk pengguna yang gemar beraktivitas outdoor. Pabrikan menyediakan dua opsi konektivitas yang dapat dipilih sesuai kebutuhan mobilitas pengguna. Ada versi Bluetooth murni bagi yang selalu menempel dengan smartphone, serta versi eSIM untuk akses jaringan mandiri.

Mending Xiaomi Watch S5 atau Huawei Fit 5 | Rizal Fauzy

Perbandingan Komparatif Spesifikasi Jam Pintar Xiaomi

Untuk memudahkan Anda melihat perbedaan mendasar dari kedua perangkat wearable ini, saya telah menyusun data teknisnya. Data ini diambil langsung dari spesifikasi resmi yang dirilis oleh pihak pabrikan.

Perbandingan Spesifikasi Teknis Jam Pintar Xiaomi dan Redmi
Parameter SpesifikasiRedmi Watch 5 ActiveXiaomi Watch 5
Ukuran Layar2 inci1.54 inci
Jenis PanelLCDAMOLED
Refresh Rate60Hz
Material BodiPlastikLogam Tahan Karat 47 mm
Kapasitas Baterai470 mAh930 mAh
Sertifikasi Air5 ATM
Opsi KoneksiBluetoothBluetooth / eSIM

Melihat tabel di atas, perbedaan kasta antara kedua perangkat tampak sangat jelas dan tidak bisa diperdebatkan. Sektor layar dan material bodi menjadi jurang pemisah paling lebar di antara keduanya.

Skema Harga dan Kesimpulan Analisis Pasar

Bicara soal harga, Xiaomi Watch 5 saat ini baru dipasarkan secara resmi untuk wilayah domestik China terlebih dahulu. Informasi harga ini penting sebagai acuan jika nantinya perangkat tersebut masuk ke pasar global. Berdasarkan data peluncuran, versi Bluetooth dipasarkan dengan harga bermula dari RMB 1,999 atau jika dikonversi sekitar RM 1,148. Sementara itu, versi eSIM yang menawarkan kemandirian akses seluler dijual lebih mahal di angka RMB 2,299 atau sekitar RM 1,320.

Pilihan akhir kini kembali kepada kebutuhan spesifik dan anggaran yang Anda miliki saat ini. Jika Anda hanya butuh pelacak notifikasi sederhana dengan layar besar, Redmi Watch 5 Active sudah cukup, meski fiturnya banyak disunat demi baterai. Namun, jika Anda mencari jam tangan tangguh berbahan logam dengan layar AMOLED 60Hz yang indah, Xiaomi Watch 5 adalah jawabannya. Anda harus membayar harga yang jauh lebih tinggi untuk menebus kemewahan material dan teknologi eSIM tersebut.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed