Akademi Persib dan Putri Garut Melaju ke Final Kompetisi U-18

Smallest Font
Largest Font

Akademi Persib Bandung dan Putri Garut berhasil melangkah ke babak final turnamen sepak bola wanita U-18 setelah menundukkan lawan-lawannya pada pertandingan semifinal di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).

Pertandingan puncak kompetisi usia muda ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/7/2026) mulai pukul 14.00 WIB. Dilansir dari Bola, keberhasilan dua tim asal Jawa Barat tersebut diraih melalui kemenangan tipis dalam duel sengit yang menguras energi.

Akademi Persib Bandung mengamankan tiket final terlebih dahulu setelah menaklukkan Putri JP Jakarta dengan skor 2-1 melalui dua gol yang diborong oleh Auliah Arifah. Sementara itu, Putri Garut menyusul ke partai puncak seusai menumbangkan Arema FC Women U-18 lewat skor tipis 1-0.

Kemenangan Akademi Persib diawali oleh gol penalti Auliah Arifah pada masa injury time babak pertama. Meski Putri JP Jakarta sempat menyamakan kedudukan lewat sundulan Mentari Putri Hayfa Ramadani pada menit ke-45, sepakan keras Auliah dari luar kotak penalti pada menit ke-69 memastikan keunggulan Maung Bandung.

Penyerang Akademi Persib Bandung, Nasywa Salsabila Fatah mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil positif yang diraih timnya dalam pertandingan yang berjalan ketat tersebut.

"Saya bersyukur banget ke Allah Yang Maha Kuasa atas rezeki yang diberikan hari ini, dan berkat kerja keras teman-teman, ofisial dan semua tim. Tadi sama-sama saling counter, tapi kami bisa mengontrol tempo permainan," ujar Nasywa Salsabila Fatah, Striker Akademi Persib Bandung.

Menghadapi partai final dengan waktu istirahat yang terbatas, ia menegaskan bahwa seluruh pemain siap memberikan performa maksimal demi membawa pulang trofi juara.

"Untuk final besok, kami akan all-out karena ingin mendapat gelar juara di ajang ini. Jadi kami akan memanfaatkan waktu recovery singkat ini, bagaimanapun besok kami habiskan tenaga untuk jadi juara," lanjut Nasywa Salsabila Fatah, Striker Akademi Persib Bandung.

Apresiasi terhadap perjuangan para pemain juga disampaikan oleh tim pelatih yang melihat tingginya semangat juang skuad di lapangan.

"Alhamdulilah Akademi Persib Bandung bisa melangkah ke fase selanjutnya. Ini pertandingan yang sangat luar biasa, karena saling jual beli serangan. Saya menekankan untuk lebih sabar bermainnya dan sesuai skema. Dari pinggir lapangan saya hanya bisa memberikan motivasi pada mereka," ujar Dian Nadia Mutiara, Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung.

Pelatih yang akrab disapa Coach Dian ini kini fokus mempersiapkan pemulihan fisik pemain serta merancang taktik baru untuk laga penentu esok hari.

"Saya akan serahkan kepada pemain apakah mereka mau jadi yang pertama atau kedua untuk besok. Namun, yang jelas untuk lawan besok, ditunggu sama ‘Maung Bandung’," tegas Dian Nadia Mutiara, Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung.

Pada laga semifinal lainnya, Putri Garut sukses meredam Arema FC Women berkat gol tunggal yang tercipta setelah penjaga gawang lawan, Keysha Putri Dwi Arianti, melakukan kesalahan dalam mengantisipasi umpan jauh dari Nazwa Bilbina Putri.

Pemain belakang Putri Garut, Ayu Wulan Agustin mengaku sangat bangga karena kedisiplinan dan kerja keras seluruh tim selama masa latihan mampu membuahkan hasil maksimal di kompetisi ini.

"Sejujurnya bagi saya pribadi, bangga bisa ada di titik ini. Ini adalah hasil kerja keras tim dan juga hasil disiplin dari latihan. Selain itu, kami berhasil mengikuti instruksi pelatih dengan baik sepanjang laga. Untuk pertandingan besok, saya ingin bermain seperti tadi lagi dan siap menghadapi Akademi Persib di final," ucap Ayu Wulan Agustin, Pemain belakang Putri Garut.

Keberhasilan menerapkan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat menjadi kunci utama skema permainan yang diinstruksikan oleh jajaran pelatih Putri Garut.

"Kami tampil sesuai rencana dengan menerapkan skema serangan balik. Kita semua tahu Arema tim berkualitas. Jadi, setelah unggul 1-0 kami langsung fokus bertahan dan tidak muluk-muluk menerapkan strategi khusus.

Kami di sini datang sebagai kuda hitam. Jadi, walaupun tidak ada beban, kami tetap mengusahakan yang terbaik," kata Depi Kupriansyah, Pelatih Putri Garut.

Meskipun awalnya hanya menargetkan babak semifinal, tim berjuluk kuda hitam ini menegaskan kesiapannya untuk menghadapi gaya permainan total football dari Akademi Persib Bandung di laga puncak.

"Soal menghadapi Persib di final, saya sudah mempelajari kekuatan mereka yang bermain dengan ciri khas total football. Saya juga sudah mempersiapkan bagaimana menghadapi tim dengan gaya bermain seperti itu. Sejujurnya, kami sudah tidak ada beban lagi karena target awal kami di semifinal.

Namun, karena sekarang sudah kepalang tanggung, sekalian juara saja. Kami sudah mempersiapkan semua skenario termasuk jika ada skema adu penalti," lanjut Depi Kupriansyah, Pelatih Putri Garut.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed