Timnas Vietnam Tampil Dominan tapi Pertahanan Masih Rentan di Piala AFF 2026
Timnas Vietnam meraih kemenangan besar 7-0 atas Timor Leste dalam laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (24/7/2026), namun pertandingan itu menyisakan sejumlah catatan terutama pada sektor pertahanan.
Meskipun berhasil membobol gawang Timor Leste sebanyak tujuh kali tanpa balas, lini belakang Vietnam dinilai masih rapuh dan mudah ditembus oleh serangan lawan, menurut laporan media lokal Thanh Nien.
Pelatih Kim Sang-sik melakukan eksperimen dengan susunan tiga bek tengah yang terdiri dari Doan Van Hau, Nguyen Thanh Chung, dan Pham Xuan Manh. Namun, hal ini belum menghasilkan stabilitas pertahanan yang optimal.
"Di saat lini serang mampu mencetak tujuh gol, lini pertahanan mereka justru masih terlihat rapuh. Kim Sang-sik memanfaatkan laga melawan tim yang lebih lemah ini untuk bereksperimen dengan susunan pemain bertahan yang baru," tulis analisis dari Thanh Nien.
Beberapa momen di pertandingan memperlihatkan kelemahan pertahanan Vietnam, seperti sisi kanan yang ditembus melalui operan satu-dua sederhana dan beberapa peluang lawan yang hampir berbuah gol.
"Sebagai contoh, pada menit ke-59, sisi kanan pertahanan Vietnam berhasil ditembus melalui kombinasi operan satu-dua yang sederhana. Hal ini membuat lawan bisa melakukan penetrasi hingga ke garis akhir dan melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti yang akhirnya membentur tiang gawang," lanjut laporan tersebut.
Menurut analisis, ketidakkonsistenan disiplin dalam menjaga formasi pertahanan menjadi penyebab utama. Celah muncul terutama antara bek tengah dan bek sayap serta ruang kosong di belakang gelandang tengah yang sering maju menyerang.
"Itu hanyalah beberapa contoh saat lini pertahanan Vietnam berhasil ditembus. Para pemain asuhan Kim Sang-sik belum mampu menjaga formasi bertahan dengan cukup baik, terutama di celah antara bek tengah dan bek sayap, serta ruang kosong di belakang dua gelandang tengah," tulis media tersebut.
Perubahan strategi yang lebih menyerang oleh Kim Sang-sik menjadi alasan utama tim lebih rentan di lini belakang. Vietnam kini mengandalkan penyerangan sebagai fondasi permainan, bukan lagi bertahan rapat seperti sebelumnya.
"Namun, hal ini bukan alasan untuk melonggarkan pertahanan. Tanpa kehadiran kapten Do Duy Manh, kekuatan pertahanan jelas terpengaruh karena Pelatih Kim belum menemukan pengganti yang sepadan," lanjut analisis tersebut.
Kim Sang-sik dihadapkan pada tugas untuk memperbaiki kedisiplinan dan kerapatan posisi agar menutupi kelemahan individu, mengingat tim mendorong posisi pertahanan lebih tinggi dari biasanya.
Media lokal juga memperingatkan bahwa kelemahan ini bisa menjadi ancaman serius saat Vietnam bertemu Timnas Indonesia dan Singapura, yang mampu memanfaatkan ruang kosong dengan serangan cepat.
"Jika Timor Leste saja bisa mendekati gawang Patrik Le Giang hanya dengan beberapa operan cepat, maka Indonesia dan Singapura tentu juga bisa melakukannya," tulis Thanh Nien.
Penambahan pemain naturalisasi baru Timnas Indonesia, termasuk striker tinggi berpostur 196 cm, Mitchell Baker, disebut sebagai potensi ancaman serius bagi pertahanan Vietnam.
"Dengan kehadiran 12 pemain naturalisasi, termasuk penyerang seperti Beckham Putra, Egy Maulana Vikri, Eliano Reijnders, Jens Raven, Ragnar Oratmangoen, Saddil Ramdani, dan Mitchell Baker (striker berpostur 1,96 meter keturunan Australia), Indonesia akan menjadi ancaman besar bagi lini pertahanan Vietnam yang masih rapuh," tulis analisis itu.
Pelatih Kim Sang-sik kini memiliki waktu sekitar satu minggu untuk memperbaiki masalah pertahanan sebelum menghadapi pertandingan yang lebih berat di babak selanjutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow