SPBU SKC Grup Gorontalo Beroperasi 24 Jam demi Sukseskan PENAS Tani Nelayan XVII
Sektor swasta turut mengambil peran dalam menyukseskan perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Tani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Langkah nyata ini dilakukan oleh SKC Grup Gorontalo dengan mengubah pola operasional seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik mereka. Perusahaan yang mengelola empat SPBU di Provinsi Gorontalo tersebut memutuskan untuk melayani masyarakat selama 24 jam penuh, seperti dilansir dari Ulanda.
Kebijakan ini diambil demi menunjang kelancaran mobilitas ribuan peserta yang memadati daerah tersebut. Mengusung tema "Energi untuk Negeri, Sukseskan PENAS XVII Gorontalo", SKC Grup menilai pemenuhan kebutuhan energi menjadi faktor krusial. Ketersediaan bahan bakar yang memadai akan sangat memengaruhi pergerakan para tamu dari berbagai penjuru tanah air.
Penanggung Jawab SPBU SKC Grup Gorontalo, Ferry Mohamad, menjelaskan bahwa operasional sepanjang hari ini bukan sekadar mengejar keuntungan bisnis. Keputusan tersebut merupakan wujud komitmen pelaku usaha dalam mendukung agenda nasional di tingkat daerah.
"PENAS bukan hanya milik pemerintah ataupun kelompok tani dan nelayan. Ini adalah hajatan besar masyarakat Gorontalo. Karena itu, kami ingin mengambil bagian dengan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap tersedia dan mudah diakses," kata Ferry.
Penyebaran titik layanan tanpa henti ini mencakup wilayah kota dan kabupaten. Di wilayah Kota Gorontalo, operasional penuh diterapkan di SPBU Agus Salim. Sementara di Kabupaten Gorontalo, tiga titik lainnya terletak di Luhu, Limboto, dan Padengo.
Ferry menilai letak keempat SPBU tersebut sangat strategis dan representatif. Jalur penempatan stasiun pengisian ini merupakan rute utama yang dilalui kendaraan menuju pusat kegiatan PENAS. Lonjakan arus kendaraan diprediksi akan terjadi secara signifikan sepanjang acara berlangsung. Pergerakan ini tidak hanya berasal dari delegasi luar daerah, melainkan juga aktivitas warga lokal yang mengikuti rangkaian agenda pendukung.
"Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan bakar. Apalagi nanti akan ada banyak tamu dari berbagai provinsi datang ke Gorontalo. Mereka tentu membutuhkan akses pelayanan yang mudah dan cepat," ujarnya.
Manajemen internal SKC Grup telah melakukan serangkaian persiapan guna mengawal kebijakan ini. Penyesuaian jadwal kerja dan penyiapan personel secara bergiliran dilakukan agar kualitas pelayanan tetap terjaga optimal. Ketahanan infrastruktur pendukung, pasokan bahan bakar, serta kesiapan sumber daya manusia menjadi fokus utama manajemen.
Langkah ini diambil agar operasional di lapangan tidak mengalami kendala teknis selama hajatan nasional berlangsung.
"Kami berupaya memberikan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat. Yang datang ke Gorontalo harus mendapatkan kesan bahwa daerah ini siap menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional," katanya.
Penyelenggaraan PENAS Tani Nelayan XVII menjadi momentum besar bagi pertumbuhan ekonomi Gorontalo. Forum berskala nasional ini menjadi wadah bertukar inovasi bagi petani dan nelayan sekaligus penggerak sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan perdagangan. Kehadiran ribuan peserta menuntut kesiapan rantai pasok energi yang kokoh.
Keterlibatan aktif dunia usaha seperti yang ditunjukkan SKC Grup memperlihatkan pentingnya sinergi di luar jajaran pemerintahan dalam menyambut tamu negara. "Semangat kami sederhana, bagaimana seluruh peserta dan tamu yang datang bisa merasa terlayani dengan baik. Gorontalo sedang menjadi tuan rumah Indonesia, dan kami ingin ikut memastikan semuanya berjalan lancar," ujar Ferry.
Dukungan dari pelaku usaha lokal ini menjadi cerminan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menjadi kekuatan bersama. Integrasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengusaha menjadi kunci kelancaran salah satu perhelatan terbesar di bidang pertanian dan perikanan ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow