Sembilan Instansi Buka Pendaftaran Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
Pemerintah segera membuka proses pendaftaran Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 yang dikelola oleh sejumlah kementerian dan lembaga negara. Jalur ini menjadi salah satu opsi utama bagi lulusan SMA atau SMK sederajat untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus berpeluang diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara.
Perguruan tinggi kedinasan beroperasi langsung di bawah naungan instansi pemerintah untuk mencetak tenaga ahli yang sesuai dengan kebutuhan kementerian terkait, seperti dilansir dari Id. Setelah menuntaskan masa studi, para lulusan dapat diusulkan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil sesuai regulasi yang berlaku.
Sebanyak sembilan instansi pemerintah dipastikan membuka penerimaan mahasiswa atau taruna baru pada tahun anggaran 2026. Masing-masing lembaga akan merilis informasi detail terkait alokasi kuota, kriteria pendaftar, jadwal, hingga tata cara penerimaan lewat situs resmi mereka.
| No | Nama Instansi Pemerintah |
|---|---|
| 1 | Kementerian Keuangan RI |
| 2 | Kementerian Dalam Negeri RI |
| 3 | Kementerian Perhubungan RI |
| 4 | Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI |
| 5 | Kementerian Hukum RI |
| 6 | Badan Pusat Statistik (BPS) |
| 7 | Badan Intelijen Negara (BIN) |
| 8 | Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) |
| 9 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) |
Tahapan Seleksi Resmi
Merujuk pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2026, alur seleksi penerimaan peserta didik baru ini mencakup tujuh tahap utama:
| Tahap | Rangkaian Kegiatan Seleksi |
|---|---|
| 1 | Pengumuman penerimaan resmi |
| 2 | Pendaftaran secara daring (online) |
| 3 | Verifikasi dan seleksi administrasi |
| 4 | Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) |
| 5 | Seleksi lanjutan internal instansi |
| 6 | Penetapan kelulusan akhir |
| 7 | Pengumuman hasil seleksi akhir |
Para pelamar yang berhasil melewati verifikasi dokumen administrasi berhak melanjut ke tahap Seleksi Kompetensi Dasar. Ujian tes tersebut memanfaatkan sistem Computer Assisted Test yang dikelola secara terpusat oleh Badan Kepegawaian Negara.
Setelah ujian dasar selesai, para calon mahasiswa wajib menempuh rangkaian tes lanjutan yang diselenggarakan oleh masing-masing instansi tujuan. Setiap kementerian menetapkan standar pengujian teknis yang berbeda-beda.
Persyaratan Dokumen Registrasi
Calon peserta diimbau menyiapkan seluruh berkas administrasi sebelum portal pendaftaran resmi dibuka. Dokumen mendasar yang perlu dihimpun meliputi:
- KTP elektronik atau Kartu Pelajar yang masih valid.
- Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga.
- Alamat surat elektronik (email) serta nomor telepon aktif.
- Rincian data orang tua mencakup nama lengkap, pekerjaan, dan pendapatan.
- Salinan nilai rapor sesuai jumlah semester yang diminta.
- Pasfoto dan swafoto sesuai petunjuk teknis.
- Berkas pendukung tambahan yang diwajibkan oleh sekolah pilihan.
Tata Cara Pembuatan Akun SSCASN
Registrasi nasional dipusatkan melalui portal SSCASN BKN. Bagi pendaftar baru, tahapan registrasi akun dilakukan melalui langkah-langkah berikut:
Akses situs resmi portal pendaftaran di sscasn.bkn.go.id lalu pilih menu pembuatan akun. Masukkan data Nomor Induk Kependudukan beserta Nomor Kartu Keluarga pada kolom yang tersedia.
Lengkapi formulir data diri berupa nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, kontak telepon, serta alamat email. Buat kata sandi keamanan lalu unggah foto swafoto sesuai instruksi sistem.
Isi kode keamanan CAPTCHA lalu periksa kembali kebenaran seluruh data sebelum memproses pendaftaran. Setelah konfirmasi selesai, cetak Kartu Informasi Akun sebagai bukti pendaftaran resmi.
Pemilik akun dapat melakukan pendaftaran ke sekolah tujuan setelah sistem penerimaan dibuka secara nasional. Calon peserta disarankan terus memantau pembaruan informasi berkala pada kanal resmi BKN dan kementerian terkait.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow