Rochi Putiray Soroti Kualitas Striker Lokal di Timnas Indonesia
Mantan penyerang Timnas Indonesia, Rochi Putiray, menyoroti permasalahan lini depan skuad Garuda yang kini minim dihuni oleh striker lokal berkualitas.
Kondisi penyerang domestik saat ini dinilai belum mampu bersaing dengan dominasi pemain naturalisasi di lini serang tim nasional, seperti dilansir dari Bola.
Rochi Putiray menganggap persoalan utama dari fenomena ini bukan terletak pada banyaknya pemain asing, melainkan pada sistem pembinaan pesepak bola muda.
"Kalau sekarang banyak pemain asing atau naturalisasi, berarti ada yang salah dengan pembinaan. Yang harus introspeksi bukan federasi, melainkan pelatih lokal, terutama di akademi dan SSB. Seberapa mampu mereka menciptakan pemain yang kualitasnya setara pemain naturalisasi? Itu tantangannya," tegas mantan striker Timnas Indonesia tersebut.
Rochi Putiray kemudian memberikan perhatian khusus kepada penyerang muda, Ramadhan Sananta, yang dinilai memiliki potensi besar namun masih memiliki kelemahan mendasar.
Menurutnya, penyerang yang kini bersaing dengan pemain naturalisasi seperti Ole Romeny tersebut seringkali kehilangan momentum saat berhadapan satu lawan satu dengan bek lawan.
"Dia punya penempatan posisi bagus, dia punya pergerakan bagus, dan dia selalu dapat bola itu one on one dengan pemain belakang lawan loh. Tapi apa yang terjadi? Selalu hilang bola. Selalu 10 kali itu, sembilan kali dia gagal melewati bek lawan".
"Jadi yang salah siapa? Ole Romeny punya pergerakan itu, dia mesti kerja keras. Kerja keras untuk bagaimana ruang itu dia bisa dapat, kesempatan itu dia bisa dapat.
Tapi Sananta enggak. Dia pintar sekali menempatkan posisi yang di mana pada saat dapat bola ke dia itu selalu one on one dengan satu centerback".
"Tapi selalu kalah. Selalu kalah duel. Selalu kalah duel.
Selalu kalah satu lawan satu. Selalu kalah, kadang tidak fokus. Nah, itu yang saya billing bahwa sebenarnya bukan salahnya.
Saya enggak tahu, mungkin pelatihnya tidak kasih tahu ataupun dia sendiri tidak nonton video itu balik."
Selain membahas kondisi penutur bola domestik, Rochi Putiray juga mengenang kembali momen ikonik saat dirinya mencetak dua gol ke gawang raksasa Italia, AC Milan, pada 30 Mei 2004.
Saat itu, ia tampil membela klub asal Hong Kong, Kitchee SC, dalam laga persahabatan melawan Rossoneri yang diperkuat pemain bintang seperti Paolo Maldini dan Andriy Shevchenko.
Sebelum menghadapi AC Milan, Rochi Putiray mengaku sempat menjalani pertandingan di Jakarta melawan Sampdoria bersama striker legendaris Indonesia lainnya, Kurniawan Dwi Yulianto.
"Pas main lawan AC Milan itu juga, sebelumnya main di Jakarta lawan Samdoria dengan Kurniawan. Tapi bedanya di sana itu lebih rileks. Jadi mereka tidak mencari kemenangan. Mereka sudah tahu bahwa itu cuman ajang promosi," kata Rochi Putiray.
"Jadi mereka tur prausim dari China, terus ke Hong Kong. Itu sangat luar biasa. Maksudnya, enggak ada pemain yang punya ambisi mau jadi starting lineup karena mereka tahu itu cuman sekedar eksekbisi," tambahnya.
"Saya cuma main di babak kedua kok. Karena memang di situ ada prioritas ada pemain asing yang memang levelnya bagus. Karena memang tidak ada tuntutan, lebih rileks, jadi bermainnya itu lebih lebih lepas gitu loh.
Manajemen juga tidak menuntut harus menang karena memang mereka tahu itu cuman komersial. Jadi ya sudah keberuntungan saya bisa bikin dua gol," tutup Rochi Putiray.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow