Rachmat Gobel Rancang Agenda Kebersamaan di Gorontalo Sebelum Wafat

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan kesedihan mendalam bagi warga Gorontalo. Di balik kabar duka tokoh nasional tersebut, terdapat sebuah rencana yang belum sempat diketahui oleh publik. Seperti dilansir dari Ulanda, almarhum rupanya telah menyusun jadwal kepulangan ke tanah kelahirannya pada 17 Juli 2026.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari agenda resmi hingga momen kebersamaan, sudah dipersiapkan matang. Salah satu rencana utamanya adalah menggelar acara nonton bareng Final Piala Dunia 2026 yang bertempat di kawasan wisata Pentadio Resort, Kabupaten Gorontalo. Namun, seluruh agenda rapi itu kini tinggal menjadi kenangan.

Berdasarkan jadwal yang telah dirancang, Rachmat Gobel direncanakan tiba di Gorontalo pada Jumat, 17 Juli 2026. Ia bakal mengawali kunjungan dengan agenda silaturahmi bersama pimpinan Bank Indonesia di Rumah Adat Tapa.

Keesokan harinya, Sabtu, 18 Juli 2026, almarhum dijadwalkan mendatangi Agrowisata Kacang Tilihuwa. Kawasan ini merupakan salah satu pusat pengembangan sektor pertanian sekaligus pariwisata daerah. Perjalanan kemudian berlanjut pada Minggu, 19 Juli 2026, dengan jadwal yang terhitung lebih padat. Rachmat Gobel direncanakan bertolak menuju Kabupaten Boalemo demi memantau sejumlah proyek strategis pembangunan daerah.

Beberapa lokasi yang masuk daftar tinjauan meliputi proyek jalan shortcut Huwongo–Polohungo dan kawasan bambu petung. Selain itu, ia juga berniat melihat lokasi Sekolah Rakyat serta pusat pembibitan kakao dan kelapa sawit di Kecamatan Wonosari.

Rencana Malam Kebersamaan Tanpa Sekat

Di antara semua agenda, kegiatan pada Senin, 20 Juli 2026, menjadi momen yang paling menyentuh. Setelah kembali berkunjung ke Rumah Adat Tapa, Rachmat Gobel menjadwalkan acara santai pada malam harinya. Acara tersebut dirancang tanpa panggung kehormatan, pidato politik, maupun protokoler ketat yang membatasi jarak dengan warga.

Almarhum hanya ingin duduk berbaur dengan masyarakat Gorontalo untuk menyaksikan pertandingan sepak bola. Rencana nonton bareng Final Piala Dunia 2026 di Pentadio Resort tersebut merefleksikan karakter aslinya. Anggota DPR RI ini dikenal lebih nyaman berada langsung di tengah masyarakat ketimbang di balik protokoler kaku.

Namun, takdir berkata lain bagi sosok yang kerap dijuluki "Ti Bulilango Hunggia, Sang Pemberi Cahaya Negeri" ini. Langkah sang penggerak pembangunan Gorontalo kini telah terhenti karena dipanggil menghadap Allah SWT.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed