PSIM Yogyakarta Menanti Kedatangan Pemain Asing Jelang Super League

Smallest Font
Largest Font

Manajemen PSIM Yogyakarta tengah menanti kedatangan legiun asing demi melengkapi komposisi skuad Laskar Mataram untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir mulai 4 September 2026, seperti dilansir dari Bola pada Rabu (29/7/2026).

Persiapan intensif terus digenjot oleh anak asuh Jean-Paul van Gastel melalui sesi latihan pramusim yang sudah berjalan sejak Senin, 20 Juli lalu dengan kekuatan 24 pemain lokal.

"Saat ini skuad belum lengkap. Total ada 24 pemain yang ikut latihan pramusim. Masih ada pemain asing yang masih kami tunggu kedatangannya," ujar manajer PSIM, Iksan.

Satu slot legiun asing dirumorkan bakal diisi oleh penyerang asal Paraguay, Mauro Caballero, namun pihak manajemen masih enggan memberikan kepastian resmi mengenai kabar tersebut. Di sisi lain, slot untuk pilar domestik dipastikan sudah terpenuhi, meski penjaga gawang Cahya Supriadi belum bergabung akibat pemanggilan tugas negara.

"Kalau untuk pemain lokal sudah cukup, tidak ada tambahan. Hanya Cahya Supriadi yang belum gabung dengan tim karena dia di tim nasional," jelas Iksan.

Tim pelatih PSIM Yogyakarta memiliki waktu sekitar lima hingga enam minggu untuk mendongkrak kondisi fisik dan kebugaran para pemain sebelum genderang kompetisi resmi ditabuh.

"Harapan kami sebenarnya mayoritas pemain sudah tiba di akhir Juli ini karena program semua sedang dijalani dan dalam satu pekan mendatang intensitas latihan akan sangat tinggi, terlepas dari pemain memang belum dalam match fitness 100 persen," kata Iksan.

Pihak manajemen menekankan pentingnya kehadiran seluruh anggota tim dalam waktu dekat agar program peningkatan intensitas latihan pramusim dapat berjalan secara optimal.

"Kami dalam proses untuk menentukan itu. Kami punya waktu kurang lebih 5-6 pekan untuk memenuhi match fitness ketika nanti liga dimulai sudah hampir sekitar mungkin 60-70 persen sehingga pemain siap tanding," imbuh Iksan.

Alih-alih memaksimalkan kuota regulasi hingga 35 nama, Laskar Mataram memilih untuk membatasi jumlah skuad dan memberikan kesempatan promosi bagi talenta muda dari akademi internal.

"Sebenarnya yang penting kita memaksimalkan, tidak sampai sebanyak itu 35 pemain. Cici (Liana Tasno) nyebut bahwa kita akan coba bertahap mempromosikan pemain-pemain Elite Pro Academy (EPA)," jelas Iksan.

Langkah mempromosikan pemain muda ini dinilai sebagai sinyal positif sekaligus jembatan nyata bagi pesepak bola lokal di Yogyakarta untuk bisa menembus tim utama.

"Kemarin ada satu pemain EPA yang kita ajak berlatih dan itu jadi sisi positif buat tim dan juga anak-anak muda di Jogja yang ingin jadi pemain sepak bola bahwa tim EPA PSIM bisa jadi jembatan kalian untuk ada di tim utama, yang tentu menjadi mimpi anak-anak di Jogja," tutur Iksan.

Pembatasan jumlah anggota tim ini juga disesuaikan dengan agenda skuad yang tidak hanya fokus pada kompetisi domestik utama melainkan juga turnamen piala liga.

"Jadi memang dengan jumlah tadi, yang pasti kita akan menjajaki sementara ada sekitar hampir 25 pemain, karena kebutuhannya itu kita tidak hanya membahas Super League, tapi kita bersiap juga untuk League Cup," pungkas Iksan.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed