Efek PENAS KTNA XVII 2026 Dorong Percepatan Pembangunan di Kabupaten Gorontalo

Smallest Font
Largest Font

Jejak persiapan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 kini mulai terlihat nyata di Kabupaten Gorontalo. Agenda besar berskala nasional tersebut memicu perbaikan masif pada sejumlah infrastruktur publik dan kawasan perkotaan demi menyambut ribuan utusan dari berbagai penjuru tanah air.

Aktivitas pembenahan infrastruktur, ruang terbuka publik, hingga destinasi wisata lokal terus dipacu, seperti dilansir dari Ulanda. Berbagai fasilitas olahraga serta wilayah pusat kota saat ini sedang bersolek untuk mempersiapkan kedatangan para tamu negara.

Perhelatan akbar di sektor pertanian ini perlahan bertransformasi menjadi motor penggerak utama bagi akselerasi pembangunan daerah di Kabupaten Gorontalo.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menjelaskan bahwa dampak positif dari pelaksanaan PENAS tidak sekadar berputar saat acara berlangsung, melainkan telah dinikmati oleh warga setempat melalui program pembangunan yang berjalan secara masif.

"PENAS bukan hanya tentang kedatangan tamu dari seluruh Indonesia. Yang lebih penting adalah bagaimana momentum ini menjadi pengungkit pembangunan daerah. Alhamdulillah, berbagai pembenahan yang dilakukan sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Sofyan.

Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus bersinergi mempercepat proyek pengerjaan infrastruktur strategis yang selama ini menjadi kebutuhan vital masyarakat setempat.

Sektor infrastruktur jalan menjadi salah satu aspek yang paling memperlihatkan dampak nyata dari persiapan perhelatan akbar ini. Program pembenahan sejumlah jalur transportasi publik yang mengalami kerusakan mendapatkan dukungan langsung dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo, Risman Umar, menerangkan bahwa pengerjaan beberapa ruas jalan utama sebagai jalur mobilitas warga kini telah memasuki fase akhir.

Jalur strategis yang sedang diselesaikan meliputi Jalan Hasan Dangkua di Desa Hunggaluwa, Jalan Samsu Biya di Kelurahan Hepuhulawa, Jalan Abdurrahman Moito di Dutulanaa, serta Jalan Notu Badu yang melintasi area samping Polres Gorontalo.

"Dalam 10 sampai 15 hari ke depan sebagian besar ruas jalan itu diperkirakan sudah bisa dilintasi dengan lebih nyaman oleh masyarakat maupun tamu PENAS," ujar Risman.

Proyek pengerjaan fasilitas transportasi ini ternyata menjangkau hingga ke area pemukiman warga serta jalan lingkungan sekitar.

Risman menambahkan bahwa konsentrasi pengerjaan di lapangan saat ini lebih diarahkan pada aspek pelengkap utilitas, seperti normalisasi drainase, pembenahan bahu jalan, serta pemasangan culvert box.

Area di sekitar Sport Center Limboto mendapatkan atensi khusus karena wilayah ini diproyeksikan memegang peranan krusial dalam menyokong rupa-rupa kegiatan selama PENAS bergulir.

"Secara umum pekerjaan utama sudah berjalan. Saat ini lebih banyak penyempurnaan fasilitas pendukung agar kawasan yang dilalui peserta maupun masyarakat menjadi lebih tertata," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga mengambil langkah cepat untuk merevitalisasi sejumlah fasilitas umum yang merepresentasikan identitas daerah.

Kompleks olahraga GOR David-Tony yang menjadi pusat aktivitas warga lokal turut tersentuh program pembenahan ini. Sektor yang diperbaiki meliputi area panggung utama, wisma atlet, pagar pembatas, gerbang masuk, hingga lapangan upacara kemerdekaan.

Dampak Jangka Panjang Bagi Sektor Pariwisata dan Tata Kota

Sektor kepariwisataan daerah tidak luput dari perhatian pemerintah. Kawasan Pentadio Resort yang menjadi magnet wisata Kabupaten Gorontalo mulai dipercantik untuk menyuguhkan impresi terbaik bagi para delegasi nasional.

Penataan pada titik-titik krusial destinasi unggulan ini diharapkan mampu mempromosikan potensi daerah secara optimal di tingkat nasional.

Sementara itu, proyek perbaikan skala besar juga menyasar Taman Pakaya Tower yang terletak di pusat ibu kota kabupaten. Ruang interaksi warga ini didesain ulang menjadi area publik modern yang fungsional, estetis, dan nyaman, sekaligus berpotensi menjadi ikon baru masa depan.

Bagi Bupati Sofyan Puhi, indikator kesuksesan agenda nasional ini tidak terbatas pada kuantitas kunjungan peserta atau kemegahan seremoni pembukaan semata. Esensi utama dari gelaran ini adalah kemampuannya dalam mewariskan pembangunan konkret bagi kesejahteraan masyarakat.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed