Pemkot Gorontalo Siapkan Pembangunan Irigasi Antisipasi Kekeringan Sawah

Smallest Font
Largest Font

Ancaman musim kemarau mulai membayangi sektor pertanian di Kota Gorontalo seiring dengan menurunnya debit air di sejumlah kawasan persawahan secara berangsur. Kondisi ini memicu kekhawatiran para petani setempat terkait potensi terganggunya masa tanam akibat pasokan air yang kian menipis.

Seperti dilansir dari Ulanda, Pemerintah Kota Gorontalo kini tengah merancang langkah strategis jangka panjang berupa usulan pembangunan jaringan irigasi. Infrastruktur pengairan ini direncanakan untuk menghubungkan area persawahan di Kecamatan Kota Utara hingga Kecamatan Sipatana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Gorontalo, Lukman Laisa, mengonfirmasi bahwa indikasi kekeringan sudah mulai nampak di beberapa lahan. Sebagai penanganan darurat, pemerintah bergerak cepat mendistribusikan bantuan mesin pompa air dan alkon kepada kelompok tani.

"Musim panas sudah mulai terasa di wilayah persawahan. Karena itu, kami telah menyalurkan pompa air dan alkon kepada kelompok tani agar kebutuhan air untuk lahan pertanian tetap terpenuhi," kata Lukman saat Sosialisasi Urusan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan Tahun 2026 di Kelurahan Dembe II, Kecamatan Kota Utara, Jumat malam (17/7/2026).

Lukman mengakui bahwa pemanfaatan mesin pompa air tersebut hanya bersifat sementara dan tidak dapat diandalkan untuk jangka panjang. Oleh sebab itu, pengadaan saluran irigasi yang permanen dinilai menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi keberlanjutan pertanian daerah.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, memberikan catatan kritis agar proyek infrastruktur ini tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik semata. Ia mengingatkan pentingnya kalkulasi matang mengenai kondisi riil di lapangan agar anggaran yang dikucurkan tidak terbuang sia-sia.

"Kita akan kawal bersama usulan pembangunan irigasi ini. Ketika nanti sudah disetujui, kita akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan sumber airnya tersedia. Jangan sampai irigasinya sudah dibangun, tetapi airnya tidak ada," ujar Indra.

Indra menambahkan bahwa efektivitas saluran pengairan sangat bergantung pada ketersediaan sumber air yang memadai di lokasi tersebut. Tanpa perencanaan yang komprehensif, proyek ini dikhawatirkan gagal mendongkrak produktivitas sektor pertanian.

"Kita ingin pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi para petani dan masyarakat," katanya.

Langkah antisipasi yang diambil Pemerintah Kota Gorontalo ini diharapkan dapat segera disetujui agar eksekusi di lapangan bisa berjalan sebelum dampak kemarau semakin meluas. Keberadaan irigasi yang baik diproyeksikan mampu melepaskan ketergantungan petani pada curah hujan.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed