Pemkab Boalemo Luncurkan Desa Ramah Perempuan di Bongo III
Pemerintah Kabupaten Boalemo meluncurkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) melalui Program Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Desa Bongo III, Kecamatan Wonosari, pada Senin, 13 Juli 2026, sebagai langkah memperkuat perlindungan kelompok rentan dari tingkat desa.
Langkah strategis tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, dilansir dari Ulanda. Inisiatif ini diterapkan untuk membangun kawasan yang aman bagi kelompok rentan sekaligus memperkuat andil masyarakat dalam mencegah kekerasan.
Dalam sambutannya, Lahmuddin Hambali mengingatkan bahwa perempuan beserta anak-anak masih menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi berbagai persoalan sosial. Tantangan tersebut meliputi diskriminasi, kekerasan, hingga keterbatasan akses terhadap perlindungan serta pelayanan publik.
"Karena itu, perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar mereka dapat hidup dengan aman, terlindungi, dan memperoleh hak-haknya secara utuh," kata Lahmuddin.
Penerapan tata kelola desa yang lebih inklusif diharapkan dapat terwujud melalui strategi DRPPA ini. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berkomitmen memastikan kebijakan pembangunan benar-benar memperhatikan kebutuhan perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.
"Program DRPPA merupakan langkah strategis dalam menghadirkan desa yang aman, setara, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ruang Bersama Indonesia memperkuat jejaring pelayanan sehingga perempuan dan anak memperoleh perlindungan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan," ujar Lahmuddin.
Pemerintah daerah menargetkan Desa Bongo III dapat menjadi model percontohan yang mampu mereplikasi program serupa ke desa-desa lain di Kabupaten Boalemo. Keberhasilan program akan diukur dari kemampuan menekan angka kekerasan, mencegah perkawinan usia dini, dan membuka ruang partisipasi perempuan.
"Harapan kami, Desa Bongo III menjadi contoh bagaimana sebuah desa mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, sekaligus memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan anak-anak tumbuh secara sehat, bahagia, dan terlindungi," kata Lahmuddin.
Momentum ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) yang diproyeksikan menjadi ujung tombak edukasi dan pendampingan korban di tingkat keluarga. Pemerintah Kabupaten Boalemo menilai partisipasi aktif masyarakat melalui budaya saling peduli menjadi kunci utama keberhasilan regulasi ini.
"Semoga program ini berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Yang paling penting, perempuan memperoleh ruang yang setara untuk berkembang dan setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, terlindungi, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan," kata Lahmuddin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow