Manchester United Berpotensi Untung Besar Jika Ruben Amorim Latih AC Milan

Smallest Font
Largest Font

Klub raksasa Inggris, Manchester United, berpeluang mendapatkan keuntungan finansial dan keuntungan jadwal apabila Ruben Amorim memutuskan untuk menerima pinangan dari AC Milan. Langkah ini dinilai dapat memangkas tanggungan dana kompensasi yang mesti dibayarkan oleh Setan Merah kepada eks manajer mereka tersebut. Tidak hanya itu, pertemuan antara kedua belah pihak juga bisa terjadi lebih awal. Kabar terkini menunjukkan bahwa nama Ruben Amorim mencuat sebagai buruan utama untuk mengisi posisi nakhoda AC Milan pada bursa transfer musim panas mendatang.

Apabila kesepakatan resmi terwujud, manajemen Manchester United tidak lagi memikul kewajiban penuh atas sisa paket kompensasi pascapemecatan sang juru taktik asal Portugal pada Januari silam.

Berdasarkan data laporan keuangan internal Manchester United yang dipublikasikan baru-baru ini, manajemen klub telah menganggarkan dana segar mencapai 16,7 juta paun. Alokasi ini ditujukan bagi kompensasi pemutusan hubungan kerja Amorim berserta jajaran stafnya. Beban finansial Setan Merah tersebut bahkan bisa semakin membengkak sekiranya Amorim tetap menganggur hingga masa bakti kontrak lamanya kedaluwarsa pada musim panas tahun 2027.

Akan tetapi, potensi kerugian finansial jangka panjang itu tampaknya bisa terhindarkan bagi kubu Setan Merah. Sebuah laporan yang beredar pada Sabtu lalu mengungkapkan bahwa manajemen AC Milan telah menempatkan nama Amorim di posisi teratas sebagai suksesor Massimiliano Allegri.

Seperti diberitakan oleh Bola yang mengutip laporan The Telegraph, kehadiran Amorim di San Siro bakal membebaskan Manchester United dari sebagian besar kewajiban pembayaran kompensasi yang telah disiapkan sebelumnya. Dampak kepindahan peracik taktik asal Portugal itu menuju kompetisi Serie A ternyata tidak sekadar berputar pada urusan neraca keuangan klub. Jika seluruh proses negosiasi kontrak berjalan mulus, Amorim berkesempatan langsung berhadapan dengan mantan anak asuhnya dalam laga uji coba pramusim.

Manajemen Manchester United sendiri telah merampungkan seluruh jadwal agenda pramusim mereka untuk menyongsong kompetisi musim 2026/2027 sejak awal bulan ini.

Untuk pertama kali dalam kurun waktu 24 tahun terakhir, Setan Merah menetapkan kebijakan untuk tetap berada di benua Eropa sepanjang masa persiapan tim. Keputusan tersebut diambil demi menyiasati ketatnya jadwal tanding para pemain pasca-kembali dari pergelaran akbar Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dalam rangkaian pertandingan uji coba di benua biru tersebut, Manchester United dijadwalkan bakal bersua dengan Wrexham, Rosenborg, Atletico Madrid, Paris Saint-Germain, dan Leeds United.

Menariknya, partai penutup dari rangkaian tur pramusim Setan Merah tersebut bakal mempertemukan mereka dengan kubu Rossoneri.

Pertandingan kedua tim besar Eropa tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Tarczynski Arena yang terletak di Wroclaw, Polandia, pada tanggal 15 Agustus 2026. Seandainya Amorim sudah resmi menjabat sebelum laga digelar, momen tersebut akan menjadi pertandingan perdananya melawan Manchester United pascameninggalkan Old Trafford.

Walaupun pertandingan pramusim kerap tidak mencerminkan kekuatan asli sebuah tim, rivalitas taktis ini dipastikan bakal menyedot perhatian besar dari para pendukung Setan Merah. Fokus utama pencinta sepak bola tidak hanya tertuju pada sosok Amorim, melainkan juga pada transformasi strategi yang ia terapkan di AC Milan.

Hal ini termasuk potensi penggunaan pakem formasi 3-4-2-1 yang sempat menjadi identitas taktiknya selama memimpin skuad Manchester United. Di sisi lain, laga di Polandia tersebut juga berpeluang menjadi panggung adu taktik perdana antara Amorim dan suksesornya, Michael Carrick. Carrick yang saat ini memegang tongkat kepemimpinan sebagai manajer permanen dinilai sukses memberikan lonjakan performa tim yang signifikan jika dibandingkan dengan era kepelatihan Amorim.

Kondisi ini membuat pertandingan persahabatan melawan AC Milan mendatang memiliki gengsi yang jauh lebih besar daripada sekadar laga uji coba biasa.

Bagi kubu Manchester United, pertandingan ini menjadi barometer krusial untuk menakar sejauh mana progres tim di bawah arahan Carrick saat harus berhadapan dengan mantan pelatih mereka sendiri.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed