Lewis Hamilton Cetak Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di GP Catalunya
Lewis Hamilton dengan gemilang meraih kemenangan pertamanya sebagai pembalap Ferrari pada ajang Formula 1 (F1). Kepastian ini didapat usai ia finis pertama pada balapan di Sirkuit Catalunya, Barcelona hari Minggu (14/06/2026).
Seperti dilansir dari Bola, juara dunia F1 tujuh kali tersebut memanfaatkan strategi tiga pit stop yang dilakukan tim Ferrari. Strategi ini sukses mengalahkan duo Mercedes, George Russell dan Andrea Kimi Antonelli, yang di atas kertas memiliki mobil lebih cepat.
Lewis Hamilton memulai balapan dengan ban kompon lunak dan langsung menekan Mercedes lewat rencana tiga pit stop. Momentum krusial terjadi saat virtual safety car (VSC) hadir pada waktu yang tepat, sehingga menguntungkan pembalap Inggris berusia 41 tahun tersebut.
Keberadaan VSC memungkinkannya melakukan pit stop penting dan mempertahankan posisi terdepan saat kembali ke trek di depan Russell dan Antonelli. Setelah itu, Hamilton menjauh dari kejaran duo Silver Arrows demi mengamankan kemenangan pertamanya yang bersejarah bersama Ferrari.
Hasil ini menjadi kemenangan ke-106 sepanjang karier balap jet darat Hamilton. Ia menyentuh garis finis dengan keunggulan selisih waktu hampir 20 detik dari Russell yang berada di posisi kedua.
Momen emosional tersaji sesaat setelah Lewis Hamilton membawa jet darat Ferrari miliknya melewati garis finis pada balapan F1 GP Catalunya tersebut. Pembalap veteran ini tampak tidak bisa membendung air matanya.
"Grazie tutti Maranello," kata Lewis Hamilton menangis terharu melalui radio tim setelah melewati garis finis.
"Terima kasih banyak. Kalian telah membantuku mewujudkan mimpi ini dan aku tak bisa cukup berterima kasih. Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukungku dengan keras di markas tim."
"Aku sangat proud padamu. Kepada keluargaku, aku mencintaimu. Kepada para penggemarku, terima kasih karena terus mengingatkanku siapa diriku. Aku tak akan bisa melakukan ini tanpa kalian," tambah pembalap berusia 41 tahun ini.
Kegagalan Mesin Antonelli dan Berkah Russell
Nasib buruk justru menimpa rekan senegaranya, Andrea Kimi Antonelli, di fase akhir balapan. Pembalap muda Italia tersebut mengalami kendala teknis yang tampak seperti kegagalan mesin, sesaat setelah ia berhasil menyalip Russell untuk merebut posisi kedua.
Kegagalan finis atau DNF yang dialami Antonelli menjadi keuntungan besar bagi Russell. Situasi ini membantu Russell mengamankan poin penting dalam persaingan ketat memperebutkan gelar juara dunia F1 2026.
Drama pada lap-lap terakhir tersebut akhirnya membawa juara dunia F1 2025, Lando Norris, naik ke podium ketiga. Sementara itu, pembalap Red Bull Max Verstappen harus puas menyelesaikan balapan di posisi keempat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow