Kurniawan Dwi Yulianto Minta Pemain Indonesia All Stars Tampil Tanpa Beban
Pelatih Indonesia All Stars, Kurniawan Dwi Yulianto, meminta para pemainnya tampil tanpa tekanan saat menghadapi klub Premier League, Aston Villa, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026) malam WIB, sebagaimana dilansir dari Bola.
Laga persahabatan melawan jawara Europa League 2025/2026 tersebut diposisikan sebagai ajang menambah pengalaman serta mengukur kapasitas diri para pemain tanah air melawan tim kelas dunia.
Kurniawan menekankan pentingnya menikmati jalannya pertandingan agar potensi para pemain dapat keluar secara maksimal di lapangan.
"Saya berharap mereka tidak memiliki tekanan karena ini kesempatan melawan tim besar dan kesempatan untuk membuktikan sekaligus mengukur kualitas individu mereka. Jadi, saya ingin para pemain menikmati pertandingan dan menikmati permainan," ujar Kurniawan.
Selain fokus pada permainan, jajaran pelatih turut memberikan perhatian khusus terhadap tingkat kebugaran fisik skuad yang sebagian besar masih dalam masa pramusim.
"Mudah-mudahan hasilnya juga bisa memberikan perlawanan. Tetapi, yang paling penting adalah kondisi kebugaran pemain. Misalnya Ezra dari klubnya hanya boleh bermain sekian menit, saya berharap menit tersebut bisa dimaksimalkan," ungkap Kurniawan.
Ia juga menyampaikan sambutan hangat kepada tim tamu yang menyambangi Jakarta untuk menggelar pertandingan uji coba ini.
"Selamat datang kepada tim Aston Villa. Mudah-mudahan kita, Indonesia, menjadi tuan rumah yang baik bagi mereka dan tidak mengecewakan," tutur Kurniawan.
Proses pembentukan tim Indonesia All Stars sendiri membutuhkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak karena bertepatan dengan jadwal persiapan klub.
"Yang kedua, tentunya saya berterima kasih juga kepada penyelenggara, kemudian kepada PSSI, klub-klub para pemain, dan juga para pemain. Karena, kalau boleh saya cerita, sebenarnya tidak gampang mengumpulkan pemain di saat klub-klub sedang menjalani pramusim," ungkap Kurniawan.
Program latihan dan periodisasi yang berbeda di setiap klub menjadi pertimbangan utama dalam pemanggilan serta penggunaan menit bermain para pemain.
"Hal itu sangat wajar karena masing-masing klub memiliki periodisasi dan ini benar-benar akan mengganggu apabila dipaksakan. Jadi, sekali lagi saya berterima kasih kepada PSSI, kepada panitia penyelenggara atas kerja kerasnya untuk mendapatkan izin dari klub-klub, para pemilik klub, dan pelatih kepala yang mengizinkan pemainnya bergabung," imbuh Kurniawan.
Tingginya antusiasme para pesepak bola nasional untuk bergabung dalam skuad All Stars tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan perlindungan fisik pemain.
"Pemain yang sangat antusias. Sebenarnya banyak pemain yang ingin bergabung, tetapi kembali lagi bahwa kepentingan klub juga diutamakan karena kami tahu saat pramusim mereka memiliki periodisasi," ucap Kurniawan.
Risiko cedera pada fase awal persiapan musim baru menjadi alasan utama penyesuaian porsi bermain bagi jajaran pemain berbakat yang dipanggil.
"Apalagi pada awal periodisasi, tentunya mereka masih menyiapkan kondisi fisik. Dan kami tahu kondisi fisik ini sangat rentan terhadap cedera."
Para pemain muda berbakat dan pemain berlabel tim nasional yang masuk ke dalam skuad diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini secara berkesinambungan.
"Kemudian, pemain yang dipanggil pun menurut saya bukan pemain sembarangan. Mereka memiliki talenta dan pengalaman. Kemudian banyak pemain muda yang bermain di tim nasional juga," jelasnya.
Melalui laga uji coba bergengsi ini, seluruh anggota skuad diharapkan mampu memetik pelajaran berharga mengenai standar permainan level atas.
"Jadi, ini kesempatan bagi mereka untuk merasakan bagaimana atmosfer berhadapan dengan tim yang kita tahu, Aston Villa adalah tim besar. Ini kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman, bermain di level tinggi, dan merasakan tekanan sehingga dapat mengukur kemampuan mereka," tutur Kurniawan.
Tim pelatih Indonesia All Stars terus berkoordinasi dengan pelatih klub asal demi memastikan para pemain kembali tanpa mengalami cedera.
"Kemudian, kami juga terus berkoordinasi dengan pelatih kepala di masing-masing klub para pemain. Saya mencoba menanyakan maksimal berapa menit pemain boleh bermain karena kami tidak ingin para pemain kembali ke klub dalam kondisi cedera dan mengganggu karier mereka di klub," ucap mantan pelatih Timnas Indonesia U-17 itu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow