Jose Mourinho Ungkap Roman Abramovich Veto Transfer Samuel Etoo

Smallest Font
Largest Font

Mantan pelatih Chelsea Jose Mourinho mengungkapkan pemilik klub Roman Abramovich pernah memveto keinginannya untuk mendatangkan striker Samuel Eto'o pada bursa transfer 2006, sebagaimana dilansir dari Bola.

Mourinho yang membawa klub meraih dua gelar Premier League secara beruntun pada 2005 dan 2006 mengaku hubungan dengan pemilik klub mulai merenggang pada musim ketiganya akibat perbedaan pandangan terkait perekrutan pemain.

Abramovich mendesak klub untuk mendatangkan Andriy Shevchenko dari AC Milan seharga 30 juta poundsterling pada Mei 2006 karena kedekatan personal, meskipun Mourinho sebenarnya menginginkan Eto'o yang saat itu bersinar bersama Barcelona.

"Abramovich memiliki gairah luar biasa terhadap sepak bola, tetapi dia sama sekali tidak memahami situasinya," ujar Mourinho, Mantan Pelatih Chelsea.

Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan tidak pernah menginginkan Shevchenko di dalam skuadnya saat itu.

"Shevchenko berada di meja negosiasi karena hubungannya dengan pemilik, hubungannya dengan para agen. Saya tidak pernah ingin merekrutnya, tetapi saya tidak pernah mengatakan hal itu kepada siapa pun. Itu juga menjadi tanggung jawab saya," kata Mourinho, Mantan Pelatih Chelsea.

Mourinho kemudian membeberkan sosok penyerang yang sebenarnya menjadi target utamanya pada bursa transfer musim panas tersebut.

"Ingin tahu siapa pemain yang saya inginkan? Samuel Eto'o," ujar Mourinho, Mantan Pelatih Chelsea.

Karier Shevchenko di Stamford Bridge akhirnya kurang sukses setelah hanya mengemas empat gol di Premier League pada musim pertamanya, sebelum Mourinho memutuskan hengkang setahun kemudian menuju Inter Milan.

Di Inter Milan, Mourinho berhasil bekerja sama dengan Eto'o hingga menjuarai Liga Champions dan menyingkirkan Chelsea dengan agregat 3-1 di babak 16 besar.

"Sejujurnya, saya bermain melawan Roman pada pertandingan itu. Saya bermain melawan orang yang memecat saya. Saya pulang dengan bahagia dan dia pulang dengan kecewa," kata Mourinho, Mantan Pelatih Chelsea.

Ia menambahkan kepuasan tersendiri bisa meraih kemenangan atas mantan bosnya tersebut dalam kompetisi antarklub Eropa itu.

"Saya tahu betapa dia mencintai Chelsea dan betapa dia mencintai kemenangan. Tetapi saya membutuhkan balas dendam," ujar Mourinho, Mantan Pelatih Chelsea.

Ia juga menegaskan pandangannya mengenai pihak-pihak yang seharusnya mengelola sepak bola.

"Sepak bola adalah milik orang-orang seperti saya. Yang lain adalah penyusup yang tidak seharusnya berada di sana. Sepak bola adalah milik pemain, pelatih, dan fans. Sepak bola akan selalu menjadi milik kami," kata Mourinho, Mantan Pelatih Chelsea.

Mourinho dan Eto'o akhirnya sempat bekerja sama di Chelsea pada 2013, di mana striker asal Kamerun itu mencetak sembilan gol di Premier League sebelum akhirnya pindah ke Everton.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed