Hull City Terancam Sanksi Pengurangan Poin Premier League
Hull City menghadapi ancaman sanksi pengurangan poin pada awal musim 2026/2027. Klub yang baru saja promosi ke Premier League ini dituntut segera menyeimbangkan neraca keuangan mereka agar terhindar dari pelanggaran Profit and Sustainability Rules (PSR).
Seperti dikutip dari Bola, persoalan regulasi keuangan ini bukan hal baru di kompetisi Inggris. Manchester City saat ini masih berada dalam proses pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran finansial yang berisiko mendatangkan hukuman berat jika terbukti bersalah.
Sebelumnya, Everton sempat dijatuhi pemotongan 10 poin oleh Premier League pada tahun 2023 akibat pelanggaran finansial pada musim 2021/2022. Dampak kasus tersebut meluas hingga Burnley mengajukan gugatan kerugian pendapatan pasca-terdegradasi, yang berakhir dengan perintah bagi Everton untuk membayar kompensasi sebesar 40 juta paun.
Keberhasilan The Tigers lolos ke Premier League diraih setelah finis di peringkat keenam Championship, menyingkirkan Millwall di semifinal play-off, dan menumbangkan Middlesbrough di laga final.
Namun, laporan dari BBC Sport menyebutkan bahwa Hull City mengalami kelebihan pengeluaran sekitar 6 juta paun dalam penghitungan PSR. Berdasarkan aturan English Football League (EFL), pelanggaran pada nominal tersebut dapat berujung pada pengurangan enam poin.
Pembengkakan anggaran ini dipicu oleh bonus promosi yang wajib dibayarkan kepada para pemain sesuai kontrak, setelah mereka memastikan tempat di kasta tertinggi pada akhir musim 2025/2026. Jika sebelumnya gagal melewati hadangan Millwall atau Middlesbrough, Hull City tidak akan melewati batas kerugian maksimal senilai 39 juta paun untuk periode tiga musim.
Langkah Penyelamatan dan Penjualan Pemain
Guna menghindari sanksi tersebut, manajemen klub harus mengumpulkan dana segar sekitar 6 juta paun dari bursa transfer sebelum tenggat waktu 1 Juli.
Pemilik Hull City, Acun Ilicali, memberikan konfirmasi mengenai situasi ini secara terbuka.
"Kami memang mengeluarkan pengeluaran berlebih dan harus menjual beberapa pemain sebelum 1 Juli. Saya tidak takut. Kami pernah menghadapi tantangan yang lebih sulit. Bagi kami, situasi ini lebih mudah diatasi," ujar Ilicali.
"Sekarus kami adalah tim Premier League, nilai para pemain kami juga meningkat dan itu menjadi keuntungan bagi kami."
Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, menjelaskan bahwa defisit yang dialami Hull City sebenarnya tidak terlalu besar karena terbantu oleh aktivitas transfer sebelumnya.
"Mereka melakukan beberapa penjualan pemain yang sangat sukses dan hasilnya membantu menutupi kerugian tersebut," kata Maguire.
Maguire menyamakan kondisi ini dengan kasus Nottingham Forest yang pernah dihukum akibat bonus promosi yang masuk dalam kalkulasi PSR. Menurutnya, akumulasi bonus promosi untuk satu tim biasanya mencapai angka 10 juta hingga 15 juta paun, yang sering kali membuat klub melampaui batas kerugian 39 juta paun tanpa disadari.
Sebagai solusi, sejumlah pilar tim siap dilepas ke pasaran. Penyerang Kyle Joseph menjadi aset utama yang diproyeksikan menghasilkan dana besar karena menarik minat beberapa tim Championship, di samping nama lain seperti David Akintola, Abu Kamara, dan Kasey Palmer yang mulai dibuka pintu transfernya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow