Harga Sembako di Berbagai Daerah Stabil per 1 Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Indonesia terpantau stabil pada Senin, 1 Juni 2026. Data harian dari berbagai wilayah menunjukkan pergerakan harga komoditas utama seperti beras, daging ayam, dan bumbu dapur tidak mengalami lonjakan signifikan menjelang pertengahan tahun ini.

Kondisi ini memberikan angin segar bagi para konsumen di berbagai daerah yang mengandalkan stabilitas harga pangan untuk mengatur pengeluaran rumah tangga. Grafik harga sembako secara umum menunjukkan pergerakan mendatar dari akhir Mei menuju awal Juni.

Berdasarkan data resmi dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jawa Timur, harga beras premium tercatat bertahan di angka Rp14.893 per kilogram. Nilai ini tidak bergeser jika dibandingkan dengan pencatatan pada hari sebelumnya.

Pemantauan berkala ini mencakup wilayah administrasi yang luas di Jawa Timur. Daerah pemantauan tersebut meliputi Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, hingga Kota Surabaya.

Selain pergerakan harga beras premium yang kokoh, komoditas bumbu dapur seperti Bawang Putih Sinco atau Honan mengalami dinamika yang sangat tipis. Harganya tercatat berada di angka Rp27.782 dari yang sebelumnya berada pada nominal Rp27.784 per kilogram.

Daftar Perbandingan Harga Komoditas Pokok di Jawa Timur
Nama Komoditas Bahan PokokHarga Kemarin (Rp)Harga Hari Ini (Rp)Perubahan (%)
Beras Premium (per kg)14.89314.8930,00%
Bawang Putih Sinco/Honan (per kg)27.78427.782-0,01%
Komoditas Pangan Nomor 2 (per kg)12.96812.9680,00%

Kondisi Harga Daging Ayam dan Komoditas Dapur Jawa Barat

Bergeser ke wilayah Jawa Barat, pergerakan harga daging ayam ras di Pasar Baru Bogor juga menunjukkan tren serupa. Komoditas tersebut bertahan pada angka Rp38.000 per kilogram pada Senin, 1 Juni 2026.

Sementara itu, data harian dari Sistem Informasi Perdagangan Purwakarta mencatat harga daging ayam kampung di Pasar Wanayasa kokoh di angka Rp55.000 per kilogram. Petugas setempat terus melakukan pengawasan komoditas secara serentak di delapan pasar tradisional utama di Kota Cirebon, seperti Pasar Kanoman, Pasar Kalitanjung, Pasar Jagasatru, Pasar Kramat, Pasar Perumnas, Pasar Gunung Sari, Pasar Pagi, dan Pasar Drajat guna mengantisipasi spekulasi harga.

Sistem Informasi Perdagangan Purwakarta juga merilis daftar harga bahan baku dapur dan kebutuhan sekunder lainnya yang terpantau flat:

  • Telur ayam kampung: Rp3.000 per biji
  • Tepung terigu kualitas premium: Rp12.000 per kilogram
  • Tepung tapioka: Rp12.000 per kilogram
  • Mentega kemasan premium: Rp12.000 per 200 gram
  • Mentega medium: Rp7.000 per 250 gram
  • Garam beryodium bata: Rp1.000 per buah

Stabilitas ini disambut baik oleh para konsumen di tingkat akar rumput yang merasakan langsung dampak dari marjin harga yang terjaga.

"Masyarakat merasa terbantu dengan stabilitas harga karena tidak harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebutuhan dapur utama," ujar salah seorang warga setempat saat ditemui di lokasi pasar tradisional Jawa Barat.

Tren Harga Sembako di Jawa Tengah

Harga Sembako Makin Pedas! Cabai Rawit Merah Naik Tajam Jelang Iduladha | iNews Today (25/5) | Official iNews

Kondisi serupa mengenai pergerakan harga bahan pokok terdeteksi di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan catatan data terbaru dari Sistem Informasi Kepokmas Banjarnegara, grafik harga rata-rata komoditas hewani kokoh merata.

Salah satu komoditas yang menjadi acuan adalah harga rata-rata ayam kampung utuh di semua pasar wilayah Kabupaten Banjarnegara yang bertahan di angka Rp94.000 per ekor. Penjualan komoditas ini dilaporkan berjalan normal tanpa adanya kendala pasokan yang berarti dari para peternak lokal ke agen maupun pedagang eceran.

Kementerian terkait bersama dinas perdagangan di setiap wilayah menegaskan akan terus memantau rantai pasok distribusi pangan nasional. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas harga jangka panjang dan mencegah terjadinya penimbunan barang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di pasar.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed