Harga Emas Dunia Resmi Anjlok di Bawah US$4.000 per Ons Terendah Sejak November Lalu
Harga emas dunia hari ini Sabtu (18/7/2026) secara resmi tergelincir ke bawah level psikologis US$4.000 per troy ons. Penurunan tajam di pasar spot global ini menjadi tingkat terendah komoditas logam mulia dalam delapan bulan terakhir sejak November tahun lalu.
Berdasarkan data pasar spot yang ditutup pada akhir pekan, harga emas dunia anjlok 1,85 persen ke level US$3.985,1 per troy ons menurut laporan pasar komoditas. Sementara itu, data Trading Economics mencatat posisi logam mulia tersebut berada di level US$3.988,19 per ons.
Kejatuhan harga di pasar internasional ini langsung memberikan dampak rembetan yang signifikan pada harga emas domestik di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Vietnam. Di pasar dalam negeri, penurunan ini menjadi jawaban bagi para pelaku pasar yang mempertanyakan "kenapa harga emas turun" secara mendadak di pertengahan bulan ini.
Penyebab harga emas antam anjlok hari ini tidak lepas dari tekanan berat yang dialami pasar spot global. Penurunan harga internasional tersebut langsung memicu koreksi massal pada nilai investasi emas Antam di pasar domestik Indonesia dengan nominal yang cukup besar.
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat harga emas batangan melemah sebesar Rp27.000 menjadi Rp2.606.000 per gram dari perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp2.633.000 per gram. Langkah penurunan ini diikuti oleh kemerosotan nilai beli kembali oleh korporasi.
Para investor yang memantau cara cek harga buyback emas antam hari ini harus menerima kenyataan bahwa harga pembelian kembali turun sebesar Rp47.000. Nilai buyback kini bertengger di level Rp2.333.000 per gram dari sebelumnya yang mencapai Rp2.380.000 per gram.
Penurunan nilai ini juga dirasakan oleh masyarakat yang mengoleksi emas dalam ukuran mikro di berbagai lembaga pembiayaan. Pada catatan per 1 Juli 2026 sebelumnya, harga jual emas batangan berukuran mikro di lembaga pergadaian bahkan sudah berada di angka Rp23.930 per 0,01 gram setelah mengalami penurunan.
Rincian Perbandingan Harga Logam Mulia dan Komoditas Global
Koreksi massal ini tidak hanya melanda pasar emas batangan utama, tetapi juga terjadi pada instrumen logam mulia lainnya seperti perak, platinum, hingga cincin emas murni di pasar internasional. Pergerakan harga komoditas global tercatat bervariasi dengan kecenderungan melemah.
Berikut adalah tabel perbandingan harga komoditas dan logam mulia berdasarkan data perdagangan akhir pekan komoditas global:
| Jenis Komoditas / Logam Mulia | Harga Perdagangan | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Emas Dunia Spot (Trading Economics) | US$3.988,19 per ons | Meredup 1,85% |
| Perak Spot | US$55,47 per ons | Turun 0,07% |
| Platinum | US$1.593 per ons | Turun 2,19% |
| Minyak Jenis Brent | Di atas US$80 per barel | Bertahan |
Meskipun harga emas dan beberapa logam berharga lainnya mengalami kejatuhan, harga minyak jenis brent terpantau masih mampu bertahan di atas US$80 per barel. Kondisi ketahanan harga minyak mentah ini dipicu oleh tensi dan dampak perang timur tengah yang terus bergulir di wilayah tersebut.
Pergerakan Harga di Pasar Internasional dan Prediksi ke Depan
Sebelum mengalami kejatuhan di bawah angka psikologis, harga emas spot sempat dilaporkan menguat tipis antara 0,16 persen hingga 0,51 persen ke kisaran US$4.003,35 per ons pada perdagangan Jumat perdagangan harian. Kenaikan singkat itu diikuti kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus sebesar 0,16 persen menjadi US$3.998,20 sebelum akhirnya berbalik arah.
Di pasar regional Asia tenggara seperti Vietnam, harga emas batangan SJC di Saigon Jewelry Company, DOJI Group, Phu Quy, dan PNJ ditutup pada harga 143,6 hingga 146,6 juta VND per ounce, atau mengalami penurunan sebesar 1,6 juta VND per ounce. Sementara Bao Tin Minh Chau mencatat harga beli terendah di kisaran 142,3 hingga 146,6 juta VND per ounce.
Kondisi jatuhnya harga juga menimpa cincin emas murni kadar 99,99 persen di wilayah tersebut dengan rincian nilai komoditas sebagai berikut:
- SJC: 142,1 sampai 145,6 juta VND per ons
- Doji: 142,0 sampai 146,0 juta VND per ons
- PNJ: 141,5 sampai 145,5 juta VND per ons
- Bao Tin Minh Chau: 142,3 sampai 146,3 juta VND per ons
Melihat tren penurunan yang masif ini, lembaga perbankan Amerika Serikat mengeluarkan prediksi harga emas logam mulia yang cukup mengejutkan untuk beberapa waktu ke depan. Berdasarkan hasil analisis volatilitas, lembaga keuangan tersebut memproyeksikan bahwa koreksi harga emas global saat ini masih belum berakhir.
Pasar komoditas internasional dinilai masih menyimpan potensi tekanan yang cukup besar dalam jangka menengah. Lembaga perbankan AS tersebut memproyeksikan harga emas dunia berpotensi turun lebih dalam hingga menuju ke kisaran US$3.600 per ounce dalam beberapa bulan mendatang.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Situasi pergerakan nilai aset batangan yang terus tertekan ini memicu berbagai perbincangan di kalangan pelaku pasar mengenai tips jual emas biar untung banyak di tengah tren bearish global. Penurunan harga komoditas global hingga delapan bulan terakhir ini kini memaksa para spekulan dan investor ritel domestik untuk terus memperbarui strategi lindung nilai mereka secara berkala.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow