Dilema Ujung Tombak Manchester United dan Nasib Joshua Zirkzee
Krisis di lini depan Manchester United kembali mengemuka setelah Benjamin Sesko harus menjalani masa pemulihan akibat cedera tulang kering. Situasi tersebut memaksa Joshua Zirkzee dipercaya mengisi peran penyerang tengah. Kesempatan tersebut datang saat Setan Merah menghadapi Wrexham pada laga pramusim di Stadion Olimpiade Helsinki, sebagaimana dilaporkan Bola.
Penampilan Zirkzee kembali menegaskan kebutuhan klub akan striker murni baru. Pemain asal Belanda itu dinilai kurang ideal menjadi ujung tombak utama karena gaya bermainnya yang cenderung turun menjemput bola. Peran sebagai penyerang penghubung atau "nomor 9,5" lebih sesuai dengan karakter permainannya.
Ruben Amorim sempat menempatkannya sebagai gelandang serang pada musim sebelumnya. Namun, ketatnya persaingan di bawah asuhan Michael Carrick membuat peluang Zirkzee mengisi posisi tersebut relatif kecil.
Risiko Cedera Sesko dan Solusi Transfer
Sesko saat ini menjadi satu-satunya penyerang tengah murni senior yang dimiliki Setan Merah. Pemulihan cedera tulang kering yang dialaminya sejak musim lalu membuat manajemen ragu untuk bergantung sepenuhnya pada penyerang Slovenia tersebut.
Penjualan Zirkzee kini dipandang sebagai opsi strategis untuk mendatangkan striker baru. Dana hasil transfernya dapat dialokasikan guna merekrut pelapis sekaligus pesaing sepadan bagi Sesko di lini depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow