Daftar 5 Petarung UFC dengan Pendapatan Tertinggi Sepanjang 2026
Dunia Ultimate Fighting Championship (UFC) sebagai promotor Mixed Martial Arts (MMA) terbesar tidak hanya menyajikan pertarungan fisik yang berisiko tinggi. Ajang ini juga menawarkan bayaran bernilai fantastis bagi para atlet papan atas. Seperti dikutip dari Bola, UFC kini memasuki era baru setelah menyepakati kerja sama senilai 7,7 miliar dolar AS dengan Paramount.
Kerja sama besar ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para petarung dalam beberapa tahun ke depan. Meskipun pembagian pendapatan organisasi ini sempat menuai kritik, sejumlah bintang tetap berhasil mengantongi kekayaan luar biasa dari gaji dan bonus sepanjang tahun 2026.
Berikut adalah rincian lima petarung UFC yang mencatatkan pendapatan terbesar sepanjang tahun 2026 berdasarkan rilis data dari Give Me Sport.
| Peringkat | Nama Petarung | Total Pendapatan (Rupiah) |
|---|---|---|
| 1 | Alex Pereira | Rp178,48 Miliar |
| 2 | Justin Gaethje | Rp104,1 Miliar |
| 3 | Khamzat Chimaev | Rp55,3 Miliar |
| 4 | Alexander Volkanovski | Rp48,2 Miliar |
| 5 | Ilia Topuria | Rp44,8 Miliar |
5. Ilia Topuria (Rp44,8 Miliar)
Ilia Topuria menempati peringkat kelima setelah kembali ke arena setelah absen hampir satu tahun. Namun, laga tersebut berujung kekalahan perdana dalam karier profesionalnya.
Petarung berjuluk El Matador ini mengalami cedera fisik yang cukup parah saat menghadapi Justin Gaethje. Kerusakan di area sekitar mata membuat tim medis sempat mempertimbangkan untuk menghentikan laga.
Topuria sempat tampil menekan pada ronde kedua dengan kombinasi serangan ke arah badan lawan. Akibat cedera parah tersebut, ia diperkirakan harus beristirahat hingga akhir tahun ini.
4. Alexander Volkanovski (Rp48,2 Miliar)
Alexander Volkanovski kembali menunjukkan performa kuat pada musim 2026. Atlet asal Australia ini berhasil mempertahankan sabuk juara kelas bulu miliknya.
Kemenangan atas Diego Lopes membuktikan Volkanovski tetap menjadi pesaing utama di kelasnya meski telah menginjak usia 37 tahun. Sebelumnya, ia sempat menelan kekalahan dari Topuria dan Islam Makhachev.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal laga berikutnya. Namun, nama Movsar Evloev santer disebut sebagai calon lawan potensial di octagon.
3. Khamzat Chimaev (Rp55,3 Miliar)
Khamzat Chimaev menjadi atlet pertama dalam daftar ini yang mencatatkan pendapatan melampaui angka 3 juta dolar AS. Pendapatan tinggi ini didorong oleh masifnya perhatian publik terhadap laga perebutan gelar juara.
Tensi tinggi dan adu argumen yang melibatkan isu sensitif sebelum pertandingan membuat duel melawan Sean Strickland sangat dinantikan. Namun, Chimaev harus menerima kekalahan angka dalam laga tersebut.
Pertahanan kuat serta kemampuan tinju dari Strickland menjadi faktor penentu. Selain itu, kendala dalam proses penurunan berat badan disinyalir mengganggu performa Chimaev, sehingga ia mempertimbangkan untuk pindah ke kelas yang lebih berat.
2. Justin Gaethje (Rp104,1 Miliar)
Justin Gaethje menempati posisi kedua setelah tampil sangat aktif di octagon sepanjang tahun. Ia membuka tahun dengan kemenangan mutlak atas Paddy Pimblett.
Gaethje kemudian meraih kemenangan besar atas Ilia Topuria untuk mengamankan gelar juara. Dalam laga tersebut, ia membawa pulang bonus tambahan senilai lebih dari 800 ribu dolar AS.
Bonus tersebut meliputi kategori Fight of the Night dan Performance of the Night. Sepanjang kariernya di UFC, Gaethje tercatat telah mengumpulkan total 17 bonus dari 16 pertandingan yang dijalani.
1. Alex Pereira (Rp178,48 Miliar)
Alex Pereira menduduki posisi puncak sebagai atlet dengan pendapatan terbesar pada tahun 2026. Kendati demikian, performa di dalam octagon pada tahun ini tidak berjalan mulus bagi petarung Brasil tersebut.
Pereira kehilangan kesempatan mengukir sejarah sebagai juara dunia di tiga kelas berbeda saat menghadapi Ciryl Gane dalam laga perebutan gelar interim kelas berat. Gane tampil dominan dengan kelincahan serta kontrol jarak yang baik.
Pukulan keras dari Gane berhasil menjatuhkan Pereira, hingga wasit memutuskan untuk menghentikan pertarungan. Setelah kekalahan telak tersebut, petarung berjuluk Poatan ini diperkirakan absen bertanding hingga akhir tahun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow