Arema FC Resmi Lepas Dedik Setiawan Setelah Mengabdi 10 Musim

Smallest Font
Largest Font

Kebersamaan striker lokal Dedik Setiawan dengan Arema FC dipastikan resmi berakhir menjelang kompetisi musim baru. Manajemen tim berjuluk Singo Edan tersebut mengumumkan tidak memperpanjang masa kerja penyerang asal Kabupaten Malang itu pada Rabu (10/6/2026). Dikutip dari Bola, keputusan ini menyudahi pengabdian panjang sang pemain yang telah membela klub tanah kelahirannya selama satu dekade.

Langkah manajemen cukup mengejutkan publik sepak bola Malang mengingat sang penyerang sudah sangat identik dengan Arema sejak promosi ke skuad utama pada tahun 2016.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, memberikan pernyataan mengenai berakhirnya kerja sama dengan pemain yang akrab disapa Dedik Droba tersebut. "Dalam sepak bola selalu ada awal dan akhir. Perpisahan ini bukan akhir dari hubungan baik yang telah terjalin. Kami mendoakan dia meraih kesuksesan di klub barunya," ujar Yusrinal.

Pihak manajemen tidak membeberkan secara mendetail alasan teknis maupun non-teknis di balik keputusan melepas penyerang berusia 31 tahun itu. Catatan performa sang penyerang pada musim lalu memang memperlihatkan grafik penurunan yang cukup signifikan di lini serang Singo Edan.

Ia tercatat hanya terlibat dalam 11 laga dan lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan sebagai pemain pengganti. Pemain bernomor punggung mentereng ini juga gagal menyumbangkan gol maupun assist untuk Arema sepanjang kompetisi musim tersebut bergulir. Regulasi penambahan kuota legiun asing disinyalir menjadi pemicu ketatnya persaingan tempat utama yang membuat menit bermainnya terkikis.

Meski kontribusinya menurun, sejumlah pendukung menilai loyalitas 10 musim sang pemain membuatnya masih layak dipertahankan dalam skuad.

Pengalaman panjang di kasta tertinggi membuat sang penyerang diperkirakan tidak akan kesulitan menemukan pelabuhan baru di Liga 1. Saat dimintai keterangan mengenai kepastian nasibnya, pemain depan ini memilih untuk tidak banyak memberikan komentar kepada media. Ia membenarkan sudah mengetahui kepastian kontraknya tidak diperpanjang sejak jauh hari walau tidak menerima alasan yang spesifik.

"Saya kurang paham tentang itu. Nanti saja kalau sudah mendapatkan klub saya berkomentar," kata Dedik.

Meninggalkan Arema FC memunculkan ikatan emosional yang mendalam bagi sang pemain setelah melewati banyak momen penting. Walau belum berhasil mempersembahkan trofi juara Liga 1, ia sukses mengoleksi empat gelar juara turnamen pramusim Piala Presiden.

Sejumlah medali pencapaian dan dokumentasi kemenangan turnamen tersebut hingga kini masih tersimpan rapi di kediaman pribadinya. "Tentu banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan. Salah satunya itu (juara Piala Presiden)," lanjutnya.

Pencapaian meraih empat medali Piala Presiden termasuk rekor langka yang hanya bisa disamai oleh Dendi Santoso dan Ahmad Alfarizi. Kiper dan bek sayap senior tersebut menjadi sedikit dari bagian skuad lokal Arema yang masih bertahan hingga saat ini. Ketajaman sang pemain di lini depan Arema juga pernah membawanya menembus skuad Timnas Indonesia pada rentang tahun 2019 hingga 2022.

Bersama skuad Garuda, penyerang bertinggi 177 sentimeter ini berhasil mengemas total 15 penampilan di ajang internasional.

Kariernya di tim nasional perlahan meredup akibat cedera lutut parah yang mengharuskannya naik ke meja operasi untuk pemulihan. Situasi semakin sulit setelah pulih karena lini depan Timnas Indonesia mulai dipadati oleh kehadiran para pemain naturalisasi.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed