Apakah POCO dan Xiaomi Sama? Ini Fakta Mengejutkan di Balik Layar

Smallest Font
Largest Font

Pertanyaan mengenai "apakah poco dan xiaomi sama" sering kali muncul di benak konsumen saat ingin membeli ponsel baru dengan spesifikasi tinggi namun dana terbatas. Saya sering melihat calon pembeli kebingungan melihat kemiripan antarmuka kedua perangkat ini. Secara historis, kedua merek ini memang berasal dari satu rahim yang sama, namun kini mereka telah menempuh jalur bisnis yang berbeda demi menggaet segmen pasar yang lebih spesifik.

Sebagai pengamat yang mengikuti perkembangan teknologi, saya melihat strategi pemisahan merek ini merupakan langkah taktis yang sangat cerdas.

Untuk memahami beda xiaomi dan poco, kita harus kembali ke tahun 2010 saat perusahaan elektronik Xiaomi resmi didirikan di Beijing, Cina. Xiaomi berkembang sangat pesat dengan strategi harga agresif yang merusak pasar.

Lalu, pada Agustus 2018, Xiaomi meluncurkan lini smartphone baru yang diberi nama Pocophone F1 di pasar global, termasuk India. Langkah ini menandai masuknya POCO ke pasar Android sebagai sub-brand resmi di bawah bendera Xiaomi.

Pocophone F1 langsung meledak di pasaran karena menawarkan chipset kelas atas dengan harga yang jauh lebih murah daripada kompetitornya. Namun, status sebagai sub-brand ini tidak bertahan selamanya. Pada 17 Januari 2020, POCO India secara resmi mengumumkan diri sebagai perusahaan independen yang terpisah dari struktur utama Xiaomi.

Langkah mandiri ini kemudian disusul oleh POCO Global, termasuk POCO Indonesia, yang resmi menjadi merek tersendiri pada 24 November 2020.

Meskipun sudah menyatakan diri sebagai merek independen, operasional POCO di belakang layar sebenarnya masih sangat bergantung pada infrastruktur besar yang dimiliki oleh Xiaomi.

Beda Xiaomi dan POCO dari Sisi Entitas Bisnis

Jika ada yang bertanya kepada saya mengenai "hp poco buatan mana", jawabannya secara hukum korporasi adalah buatan POCO sendiri sebagai merek independen. Namun, dalam realitas produksi, anggapan bahwa mereka benar-benar terpisah total adalah sebuah kekeliruan. POCO masih berbagi fasilitas manufaktur, rantai pasokan komponen, hingga layanan purna jual dengan Xiaomi.

Jika Anda membawa ponsel POCO yang rusak ke pusat servis, Anda tetap akan dilayani di Xiaomi Service Center.

Siasat bisnis seperti ini lumrah di industri teknologi untuk memangkas biaya operasional. Pemisahan ini lebih berfokus pada strategi pemasaran dan diferensiasi produk.

Mari kita lihat lini produk yang mereka miliki saat ini. Xiaomi sendiri telah melakukan reposisi merek yang cukup signifikan sejak tahun 2021.

Perusahaan mulai menggunakan nama "Xiaomi" secara resmi untuk perangkat kelas atas mereka sebagai penerus sub-merek "Xiaomi Mi". Strategi ini menegaskan bahwa merek Xiaomi kini fokus mengejar pasar premium dengan fitur kamera canggih dan material bodi yang lebih mewah. Sementara itu, POCO tetap konsisten berada di jalur ponsel performa tinggi dengan harga miring.

Untuk memudahkan Anda melihat garis waktu perkembangan kedua entitas ini, saya telah menyusun data historisnya dalam tabel di bawah ini.

Garis Waktu Perkembangan Sejarah Xiaomi dan POCO
TahunPeristiwa Sejarah / Kebijakan Merek
2010Pendirian perusahaan elektronik Xiaomi di Beijing, Cina
2013Pertama kali diperkenalkannya lini REDMI sebagai sub-merek Xiaomi Redmi
2018Peluncuran perdana smartphone Pocophone F1 sebagai sub-brand Xiaomi
2019REDMI resmi memisahkan diri dari Xiaomi menjadi anak perusahaan tersendiri
2020POCO India dan POCO Global resmi menjadi perusahaan independen terpisah
2021Penggunaan nama Xiaomi secara resmi sebagai penerus lini Xiaomi Mi

Kenapa HP POCO Murah Tapi Spek Tinggi?

Banyak konsumen menaruh curiga dan bertanya-tanya, "kenapa hp poco murah tapi spek tinggi", apakah ada komponen yang sengaja dipangkas? Analisis saya terhadap strategi produk mereka menunjukkan bahwa POCO menggunakan pendekatan yang sangat pragmatis. Mereka memprioritaskan komponen inti yang paling dicari oleh para pencinta performa dan peminat game, yaitu chipset tangguh dan kapasitas baterai besar.

Demi mempertahankan harga yang rendah, POCO melakukan kompromi pada sektor lain.

Mereka sering kali memangkas biaya pada sektor kualitas sensor kamera, menghilangkan fitur pengisian daya nirkabel, atau menggunakan material bodi belakang dari plastik ketimbang kaca premium. Kompromi ini sangat masuk akal bagi target pasar mereka yang tidak terlalu peduli dengan estetika mewah, asalkan performa perangkat tetap kencang untuk bermain game berat.

Strategi riset dan pengembangan POCO juga jauh lebih hemat karena mereka sering melakukan praktik rebadging. Bukan rahasia lagi jika beberapa model POCO yang beredar di pasar global merupakan kembaran dari perangkat lini Redmi seri K atau seri Note yang hanya berganti desain bodi belakang dan disesuaikan perangkat lunaknya.

Apa Perbedaan Redmi dan Poco ? | Bahas Tech

Bagusan POCO atau Redmi?

Ketika dihadapkan pada dilema antara memilih POCO atau Redmi, konsumen sering terjebak dalam kebingungan yang mendalam.

Pertanyaan mengenai "bagusan poco atau redmi" tidak bisa dijawab dengan satu pernyataan mutlak karena kedua lini ini memiliki filosofi produk yang bertolak belakang. Perbedaan hp xiaomi redmi dan poco terlihat sangat jelas dari bagaimana mereka membelanjakan anggaran produksi perangkat. Lini Redmi cenderung dirancang sebagai ponsel serbabisa untuk pengguna harian yang membutuhkan keseimbangan di semua sektor.

Redmi biasanya menawarkan kualitas kamera yang sedikit lebih matang, desain bodi yang lebih netral, serta layar yang nyaman untuk menikmati konten multimedia sehari-hari.

Sebaliknya, POCO adalah monster performa yang tidak terlalu memedulikan keseimbangan fitur. Fokus tunggal POCO adalah memberikan kecepatan pemrosesan data setinggi mungkin di kelas harganya.

Bagi saya, jika Anda adalah seorang pemain game aktif yang membutuhkan respons layar cepat dan frame rate stabil, POCO adalah pilihan yang sulit ditandingi. Namun, jika Anda lebih sering menggunakan ponsel untuk dokumentasi foto, media sosial, dan menginginkan tampilan perangkat yang elegan, Redmi menawarkan paket yang jauh lebih menarik.

Memahami Urutan Kelas HP Xiaomi

Untuk melihat peta persaingan ini secara utuh, kita perlu memahami urutan kelas hp xiaomi dari termurah sampai termahal.

Struktur produk keluarga besar Xiaomi ini kini terbagi menjadi tiga pilar utama dengan segmentasi harga yang dirancang agar tidak saling memakan satu sama lain.

  • Lini Redmi: Mengisi segmen entry-level hingga kelas menengah, fokus pada nilai ekonomis dan penggunaan harian yang seimbang.
  • Lini POCO: Mengisi segmen kelas menengah hingga kelas atas fungsional, fokus pada performa gaming tinggi dan spesifikasi agresif.
  • Lini Xiaomi: Mengisi segmen premium dan flagship, fokus pada inovasi teknologi mutakhir, material premium, dan keunggulan sektor kamera.

POCO sendiri juga membagi produk mereka ke dalam beberapa kasta spektrum harga. Untuk varian paling terjangkau, mereka menyediakan POCO C Series yang berada di kisaran harga Rp2 jutaan. Di atas kelas tersebut, terdapat POCO M Series untuk kelas menengah harian, POCO X Series yang menawarkan performa tinggi di kelas menengah ke atas, serta POCO F Series sebagai lini terkencang yang sering dijuluki sebagai pembunuh ponsel flagship.

Melalui pembagian kelas yang rapi ini, Xiaomi Group berhasil mengunci seluruh lapisan pasar smartphone di berbagai belahan dunia.

Rekomendasi Final Memilih Antara Dua Merek

Keputusan untuk memilih antara Xiaomi dan POCO pada akhirnya harus didasarkan pada prioritas kebutuhan personal Anda, bukan sekadar melihat besarnya angka spesifikasi di atas kertas boks penjualan.

Pilihlah lini Xiaomi atau Redmi jika Anda menginginkan ponsel dengan antarmuka yang lebih stabil, optimasi kamera yang matang untuk kebutuhan fotografi kasual, serta estetika desain bodi yang lebih elegan dan berkelas.

Beralihlah ke POCO jika prioritas utama Anda adalah performa murni untuk menjalankan aplikasi berat serta bermain game secara intensif, dan Anda tidak keberatan dengan kualitas tangkapan kamera yang biasa saja atau desain bodi yang cenderung mencolok.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow