Alasan Xiaomi Redmi Note 5 Pro Masih Ramai Dicari Setelah Delapan Tahun

Smallest Font
Largest Font

Xiaomi Redmi Note 5 Pro masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta oprek Android dan pengguna yang mencari perangkat sekunder murah. Saya melihat fenomena ini sebagai bukti nyata bahwa racikan spesifikasi yang tepat bisa membuat sebuah perangkat bertahan melintasi zaman. Ponsel yang sempat menjadi jawara di kelasnya ini membawa nostalgia sekaligus standar baru pada masanya.

Ketika pertama kali diperkenalkan, perangkat ini langsung menyita perhatian berkat lompatan performa yang ditawarkan. Xiaomi Redmi Note 5 Pro secara resmi diumumkan pada 14 Februari 2018 di Delhi, India, dan mulai dirilis ke pasar pada Februari 2018. Pengumuman tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Redmi Note 5 versi lokal India atau yang dikenal global sebagai Redmi 5 Plus, disusul oleh Redmi Note 5 versi global pada 1 March 2018.

Melihat kembali perangkat ini sekarang memberikan perspektif menarik tentang bagaimana industri mobile berkembang pesat. Standar performa yang dahulu dianggap mewah, kini menjadi batas minimal untuk menjalankan aplikasi harian yang semakin berat.

Kenapa Waktu Itu Xiaomi Redmi Note 5 Sangat Bagus? | Kilas Balik | KutuLogy

Desain Klasik dengan Bobot Mantap

Saat pertama kali menggenggam Xiaomi Redmi Note 5 Pro, impresi fisik yang muncul adalah kokoh sekaligus agak tebal. Perangkat ini memiliki berat perangkat 181 gram (6.38 oz) yang terasa mantap di tangan dan ketebalan 8.1 mm. Dimensi fisik totalnya berada di angka 158.6 x 75.4 x 8.1 mm (6.24 x 2.97 x 0.32 in).

Material bodi yang digunakan memberikan durabilitas yang baik, sesuatu yang sering kali absen pada perangkat murah zaman sekarang yang beralih ke plastik tipis. Desain bagian belakangnya yang menampung kamera ganda vertikal sempat menjadi tren besar yang diikuti banyak produsen lain.

Layar Lebar dengan Rasio Modern Moden

Beralih ke sektor visual, Xiaomi Redmi Note 5 Pro mengusung spesifikasi layar yang sangat kompetitif pada masanya. Ponsel ini menggunakan layar IPS LCD berukuran 5.99 inci (15.2 cm) dengan resolusi 1080 x 2160 piksel (FHD+). Layar ini mengadopsi aspek rasio 18:9 dengan kerapatan piksel mencapai ~403 ppi.

Rasio layar-ke-bodi sekitar 77% hingga 77.4% membuat bezelnya terlihat cukup tebal jika dibandingkan dengan standar masa kini. Namun, teknologi layar ini memberikan kenyamanan visual yang mumpuni untuk membaca teks maupun menonton video tanpa gangguan punch-hole atau notch.

Kehadiran aspek rasio 18:9 ini bukan sekadar gimik kosmetik belaka. Berdasarkan data resmi, performa layar 18:9 ini meningkatkan area tampilan sebesar 12.5% dibandingkan perangkat tradisional berskala 16:9, memberikan ruang vertikal lebih luas saat berselancar di media sosial.

Sektor performa adalah alasan utama mengapa Xiaomi Redmi Note 5 Pro begitu dipuja pada masanya. Jantung mekanis ponsel ini ditenagai oleh spesifikasi chipset & CPU Qualcomm Snapdragon 636 (SDM636) dengan fabrikasi 14nm. Prosesor ini menggunakan arsitektur Kryo 260 octa-core 64-bit yang tangguh.

Arsitektur CPU tersebut dibagi menjadi dua klaster komputasi yang efisien. Di dalamnya terdapat 4x performance cores (Cortex-A73) berkecepatan 1.8 GHz dan 4x efficiency cores (Cortex-A53) dengan kecepatan 1.6 GHz.

Snapdragon 636 pada Xiaomi Redmi Note 5 Pro merupakan salah satu chipset kelas menengah paling seimbang yang pernah diciptakan Qualcomm untuk efisiensi daya dan performa harian.

Lompatan performa ini terasa sangat masif bagi pengguna yang bermigrasi dari generasi pendahulu. Menurut data pengujian internal, Snapdragon 636 mengungguli pendahulunya (Snapdragon 630) hingga 40%. Untuk urusan grafis, chipset ini mengintegrasikan Qualcomm Adreno 509 GPU untuk mengolah visual game dan antarmuka.

Varian RAM LPDDR4X yang Responsif

Kelebihan lain dari Xiaomi Redmi Note 5 Pro adalah adopsi teknologi memori yang mutakhir di kelasnya saat itu. Xiaomi membenamkan spesifikasi RAM & penyimpanan berupa RAM 4 GB atau 6 GB LPDDR4X. Kapasitas RAM besar ini dipadukan dengan penyimpanan internal 64 GB eMMC 5.1.

Penggunaan jenis RAM LPDDR4X memastikan manajemen multitasking berjalan jauh lebih mulus dibandingkan standar LPDDR3. Kecepatan transfer data memori ini membantu memangkas waktu tunggu saat membuka aplikasi berukuran besar.

Spesifikasi Utama Komponen Hardware Xiaomi Redmi Note 5 Pro
Komponen UtamaSpesifikasi Teknis
ChipsetQualcomm Snapdragon 636 (14nm)
Tipe RAMLPDDR4X (4 GB / 6 GB)
Penyimpanan64 GB eMMC 5.1
Ukuran Layar5.99 inci IPS LCD
Resolusi Layar1080 x 2160 piksel (FHD+)
Bobot Perangkat181 gram

Kamera Ganda dan Modul Swafoto Resolusi Tinggi

Kemampuan fotografi Xiaomi Redmi Note 5 Pro juga menjadi salah satu daya tarik yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Di bagian belakang, tersemat spesifikasi kamera belakang berupa dual kamera 12 MP dengan ukuran piksel 1.25μm untuk menangkap cahaya lebih baik. Kamera utama ini ditemani oleh 5 MP depth sensor yang bertugas menghasilkan mode potret atau efek bokeh.

Sistem kamera ganda ini mampu menghasilkan separasi latar belakang yang cukup rapi pada kondisi pencahayaan ideal. Karakter warnanya cenderung natural, meskipun detailnya akan menurun cukup drastis saat kondisi low light atau malam hari.

Sementara itu, sektor kamera depan justru mendapatkan peningkatan yang jauh lebih agresif. Jika model standar Redmi Note 5 hanya memiliki kamera depan 13 MP, varian Xiaomi Redmi Note 5 Pro melangkah lebih jauh dengan menyertakan kamera depan 20 MP.

Spesifikasi kamera swafoto yang tinggi ini masih ditambah dengan kehadiran lampu kilat LED depan (Selfie-light). Lampu kilat depan ini memiliki temperatur warna 4500K yang dirancang khusus untuk menghasilkan rona kulit yang lebih natural dan tidak terlalu putih pucat saat berfoto di tempat gelap.

Kekurangan Nyata yang Harus Dipertimbangkan

Meskipun memiliki status legendaris, saya harus bersikap kritis terhadap kekurangan yang dimiliki Xiaomi Redmi Note 5 Pro. Penggunaan tipe penyimpanan internal eMMC 5.1 merupakan bottleneck terbesar jika Anda mencoba menggunakannya secara intensif saat ini. Kecepatan baca dan tulis eMMC 5.1 jauh tertinggal dibandingkan standar UFS modern.

Hal ini berdampak pada proses instalasi aplikasi yang memakan waktu lebih lama dan potensi terjadinya micro-stuttering saat memori internal mulai penuh. Selain itu, absennya port USB Type-C dan masih setianya Xiaomi pada port micro-USB lawas di perangkat ini terasa sangat merepotkan.

Faktor lain yang patut diperhatikan adalah dukungan pembaruan perangkat lunak resmi yang sudah lama dihentikan oleh pabrikan. Pengguna yang mengandalkan sistem operasi bawaan akan tertahan pada versi Android lama yang rentan terhadap celah keamanan baru.

Eksistensi di Komunitas Modifikasi Android

Dukungan dari komunitas pengembang pihak ketiga menjadi alasan utama mengapa Xiaomi Redmi Note 5 Pro menolak untuk punah dari peredaran. Berkat populernya chipset Snapdragon 636, para developer independen melahirkan banyak custom ROM yang menjaga perangkat ini tetap relevan.

Melalui forum komunitas seperti iFixit dan platform pengembang lainnya, pengguna bisa menemukan panduan perbaikan mandiri sekaligus instalasi sistem operasi alternatif. Banyak pengguna yang memanfaatkan custom ROM berbasis Android terbaru untuk sekadar mencicipi fitur anyar tanpa harus membeli perangkat baru.

Fleksibilitas memodifikasi software inilah yang membuat nilai guna dari Xiaomi Redmi Note 5 Pro tetap tinggi di mata para hobiis teknologi. Ponsel ini sering kali dialihfungsikan menjadi perangkat uji coba, server mini rumahan, atau pemutar musik portabel.

Rekomendasi Nyata untuk Pembeli

Xiaomi Redmi Note 5 Pro saat ini murni cocok bagi para kolektor, hobiis oprek Android, atau pengguna yang membutuhkan perangkat cadangan darurat dengan modal sangat minim. Kombinasi layar tajam FHD+ 18:9, bodi kokoh 181 gram, dan chipset Snapdragon 636 yang efisien masih memberikan fungsionalitas dasar yang andal untuk berkirim pesan dan melakukan panggilan video ringan.

Namun, jika Anda mencari perangkat utama untuk kebutuhan produktivitas harian yang intens atau bermain game kompetitif modern, keterbatasan penyimpanan eMMC 5.1 dan absensi pembaruan sistem resmi akan menjadi ganjalan besar yang mengganggu kenyamanan pakai. Memahami batasan hardware tua ini adalah kunci utama sebelum Anda memutuskan untuk meminang atau menghidupkan kembali ponsel legendaris dari Xiaomi ini.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed