Ade Suhendra Tunggu Keputusan Manajemen Adhyaksa FC Terkait Masa Depan
Pelatih Adhyaksa FC Ade Suhendra mengaku belum mengetahui kepastian masa depannya bersama klub setelah berhasil membawa timnya promosi ke kasta tertinggi kompetisi Super League pada musim 2026/2027. Nasib mengenai posisinya ke depan sepenuhnya berada di bawah wewenang pihak manajemen klub, sebagaimana dilansir dari Bola pada Rabu (17/6/2026).
Langkah awal penyusunan tim lokal tetap berjalan pascakepastian promosi tersebut melalui penyerahan daftar nama pemain yang dinilai layak bersaing di kompetisi kasta tertinggi. Mantan pelatih Liga 3 ini tengah menyelesaikan program peningkatan kualifikasi personal dalam kursus kepelatihan AFC Pro yang berlangsung di wilayah Bali.
"Saya belum berbicara ke situ, karena semua keputusan ada di manajemen dan juga permasalahan regulasi kepelatihan," kata Ade Suhendra.
Rekomendasi tertulis mengenai susunan komposisi pemain lokal untuk musim mendatang telah diserahkan secara resmi sebagai tanggung jawab akhir periode kompetisi Liga 2. Pengurangan struktur skuad dilakukan demi mengantisipasi potensi penumpukan pemain akibat adanya regulasi kuota pilar asing yang berjumlah maksimal belasan nama.
"Dikarenakan Super League bisa memakai 11 pemain asing, saya merekomendasikan 9 pemain DSP yang selalu menjadi pilihan utama, dan tujuh pemain lainnya. Saya pikir jika pemain lokal banyak dipertahankan banyak akan terjadi penumpukan pemain dalam tim. Sehingga dengan terpaksa beberapa pemain tidak dipertahankan dan dilepas. Kita pertahankan sekitar 60 persen," ungkap Ade Suhendra.
Keberhasilan menduduki peringkat ketiga kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 diraih melalui kombinasi soliditas internal serta perjuangan keras seluruh elemen tim sepanjang musim. Klub yang merintis jalur dari kompetisi Liga 3 ini mampu melewati tantangan perjalanan geografis yang cukup jauh dari wilayah barat hingga timur Indonesia dengan kondisi finansial yang terukur.
"Saya pikir luar biasa, karena kami memulai liga dengan bermain di Aceh melawan Persiraja dan mengakhiri liga dengan bermain away ke Papua melawan Persipura. Sebagai tim, kita bukan tim yang jor-Joran beli pemain dan budget besar dari tim-tim lain. Tapi, alhamdulillah kami mengakhiri kompetisi dengan promosi ke Super League sebagai peringkat 3," tutur Ade Suhendra.
Harmonisasi hubungan internal yang kuat tanpa batasan senioritas dinilai menjadi fondasi utama bagi daya saing tim di lapangan hijau. Komposisi skuad yang memadukan talenta lokal dan asing tersebut diharapkan mampu menjaga konsistensi performa saat menghadapi persaingan musim perdana mereka di kasta tertinggi.
"Kekeluargaan, tidak ada sekat antar pemain baik di luar dan di dalam lapangan. Pemain saling bahu membahu baik pemain lokal and asing, baik pemain muda dan senior. Mudah-mudahan bisa bersaing dengan tim-tim lain di musim pertama Super League," pungkas Ade Suhendra.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow